Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Oktober 2023 | 01.49 WIB

Bali Tetapkan Status Siaga Kekeringan dan Karhutla, Sandiaga Pastikan Aktivitas Pariwisata Tetap Lancar

Kawasan persawahan mengalami kekeringan di Gianyar, Bali. - Image

Kawasan persawahan mengalami kekeringan di Gianyar, Bali.

JawaPos.com – Puncak musim kemarau akibat fenomena El Nino di Bali masih akan terus berlanjut. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat memperkirakan bahwa situasi di Pulau Dewata itu akan terjadi cukup lama. Potensi terjadinya kekurangan air bersih serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini membayangi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bali Tjok Bagus Pemayun mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla. Surat keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Pj gubernur Bali itu berlaku mulai 19 Oktober–1 November 2023, namun dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai kondisi dan kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan darurat bencana.

”Jadi, alasan pertama penetapan status ini karena BMKG Bali memperkirakan bahwa Bali akan mengalami cuaca ekstrem dalam kurun waktu yang cukup lama dan berpotensi menimbulkan kekurangan air bersih dan karhutla,” jelas Tjok Bagus pada acara The Weekly Brief with Sandi Uno kemarin (23/10).

Selain itu, lanjut Tjok Bagus, alasan lain terbitnya SK tersebut adalah untuk memberikan kemudahan akses bagi BPBD Bali. Termasuk dalam hal pengadaan barang dan jasa serta penugasan kepada instansi atau lembaga terkait dalam penanggulangan bencana kekeringan dan karhutla di Bali.

”Jadi, SK ini dibuat sebagai antisipasi untuk mempermudah penanganan bencana jika diperlukan, juga sebagai langkah kesiapsiagaan untuk meminimalkan dampak yang terjadi,” terangnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa SK kedaruratan di Bali tersebut hanya digunakan sesuai kebutuhan dan untuk meningkatkan kewaspadaan. Semua aktivitas kepariwisataan di Bali masih berjalan lancar. Bahkan, saat ini pihaknya tengah mendorong kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali. Utamanya dari India.

India merupakan pasar wisatawan terbesar kedua di Bali setelah Australia, tapi sejauh ini belum ada penerbangan langsung dari India ke Bali.

Saat ini pihaknya sedang menjajaki penerbangan direct itu. ”Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terwujud,” ucap Sandi.

Sandi menyebut wisatawan India sangat tertarik dengan Bali sebagai destination wedding. Mereka ingin menikah di Bali karena ada kesamaan kultur dan budaya. (gih/c6/bay)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore