
Kawasan persawahan mengalami kekeringan di Gianyar, Bali.
JawaPos.com – Puncak musim kemarau akibat fenomena El Nino di Bali masih akan terus berlanjut. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat memperkirakan bahwa situasi di Pulau Dewata itu akan terjadi cukup lama. Potensi terjadinya kekurangan air bersih serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini membayangi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bali Tjok Bagus Pemayun mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla. Surat keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Pj gubernur Bali itu berlaku mulai 19 Oktober–1 November 2023, namun dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai kondisi dan kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan darurat bencana.
”Jadi, alasan pertama penetapan status ini karena BMKG Bali memperkirakan bahwa Bali akan mengalami cuaca ekstrem dalam kurun waktu yang cukup lama dan berpotensi menimbulkan kekurangan air bersih dan karhutla,” jelas Tjok Bagus pada acara The Weekly Brief with Sandi Uno kemarin (23/10).
Selain itu, lanjut Tjok Bagus, alasan lain terbitnya SK tersebut adalah untuk memberikan kemudahan akses bagi BPBD Bali. Termasuk dalam hal pengadaan barang dan jasa serta penugasan kepada instansi atau lembaga terkait dalam penanggulangan bencana kekeringan dan karhutla di Bali.
”Jadi, SK ini dibuat sebagai antisipasi untuk mempermudah penanganan bencana jika diperlukan, juga sebagai langkah kesiapsiagaan untuk meminimalkan dampak yang terjadi,” terangnya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa SK kedaruratan di Bali tersebut hanya digunakan sesuai kebutuhan dan untuk meningkatkan kewaspadaan. Semua aktivitas kepariwisataan di Bali masih berjalan lancar. Bahkan, saat ini pihaknya tengah mendorong kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali. Utamanya dari India.
India merupakan pasar wisatawan terbesar kedua di Bali setelah Australia, tapi sejauh ini belum ada penerbangan langsung dari India ke Bali.
Saat ini pihaknya sedang menjajaki penerbangan direct itu. ”Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terwujud,” ucap Sandi.
Sandi menyebut wisatawan India sangat tertarik dengan Bali sebagai destination wedding. Mereka ingin menikah di Bali karena ada kesamaan kultur dan budaya. (gih/c6/bay)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
