Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Oktober 2023 | 21.47 WIB

Lima Pendulang Tambang Tewas Akibat Ditembak KKB Papua, TNI-Polri Berharap Tak Diserang saat Evakuasi Jenazah

Kelompok Kriminal Bersenjata Papua. - Image

Kelompok Kriminal Bersenjata Papua.

JawaPos.com - Tim gabungan TNI/Polri masih berupaya melakukan evakuasi terhadap pendulang yang meninggal akibat ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di lokasi pendulangan di wilayah Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan terdapat lima pendulang yang meninggal akibat penyerangan tersebut.

"Memang benar saat ini tim gabungan TNI-Polri sedang berupaya mengevakuasi lima korban tewas yang ditembak KKB," kata Kapolda Irjen Pol Fakhiri di Jayapura, Selasa seperti dikutip dari Antara.

Irjen Pol menambahkan di kawasan itu, memang terdapat beberapa lokasi penambangan dan penyerangan tersebut dilakukan KKB di beberapa lokasi penambangan.

Sebelumnya, kelompok pekerja tambang tradisional diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Insiden tersebut terjadi di Kali I, Kampung Mosum II, Distrik Samboga, Kabupaten Yahukimo pada Senin (16/10), sekitar pukul 14.30 WIT.

Petugas juga telah bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah tegas melalui proses penegakan hukum.

Penyerangan terhadap para pendulang tersebut diketahui setelah beberapa dari mereka berhasil menyelamatkan diri dan melaporkan insiden tersebut ke pos di Kolop.

Kawasan pendulangan berada di kali I dengan jarak tempuh sekitar dua jam perjalanan dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo.

"Mudah-mudahan evakuasi dapat segera dilakukan tanpa mendapat gangguan dari KKB," ujar Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri.

KKB yang melakukan penyerangan dan penembakan terhadap para pendulang adalah kelompok Nduga yang seringkali berbuat onar dan meresahkan masyarakat sekitar wilayah Nduga, Yahukimo dan Pegunungan Bintang.

KKB melakukan serangan tersebut agar mendapat pasokan makanan dan dana. Hal itu karena pendulang menyimpan stok makanan yang cukup.

"Para pendulang biasanya menyetok bahan makanan sehingga menjadi incaran KKB. Selain makanan, KKB juga merampas hasil pendulangan," kata Kapolda Irjen Pol Fakhiri.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore