JawaPos.com - Pedagang Pasar Tanah Abang tak puas dengan penutupan TikTok Shop. Kini, mereka meminta agar seluruh e-commerce alias platform jual-beli online turut ditutup. Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan justru meminta agar para pedagang memanfaatkan platform jualan online.
"Justru ini peluang, misalnya kemarin saya terima kasih kepada Shopee yang tidak lagi langsung impor melalui cross border, jadi kan ini peluang untuk usaha lokal, UMKM, industri dalam negeri," katanya kepada wartawan usai blusukan di Pasar Tanah Abang, Jumat (13/10).
Oleh karenanya, pria yang akrab disapa Zulhas itu meminta agar para pedagang yang membuka toko secara offline dapat juga memanfaatkan platform digital sesegera mungkin.
"Kalau dulu belum mulai, sekarang harus mulai. Nanti kalau dia barang impornya enggak, (lantas) lokal enggak manfaatkan kan rugi," ucapnya.
"Jadi toko-toko juga selain punya offline, dia juga bisa jualan melalui online atau platform-platform digital," sambung Zulhas.
Ke depan, Ketua Umum PAN itu mengatakan bahwa pihaknya bakal melatih para pedagang dan pengusaha usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar bisa berjualan juga melalui platform digital agar tak terjadi dikotomi pedagang offline dan online.
"Terus menerus Kemendag melatih pedagang pasar juga pengusaha UMKM seperti ini, kami latih, kami temukan nanti dengan platform digital untuk dilatih packagingnya, tampilannya, caranya, itu lah upaya," tegasnya.
"Karena ya walaupun digital juga kan tokonya pakai platform, jadi dia pengen dapat pelanggan banyak, sama-sama menguntungkan," pungkas Zulhas.
Sebelumnya, pedagang Pasar Tanah Abang masih tak puas dengan keputusan pemerintah menutup TikTok Shop setelah dianggap membuat sepi pengunjung pasar ikonik di Jakarta itu. Maulana, salah satu pedagang celana levis, menyebut tak ada perubahan berarti di tokonya sejak TikTok Shop ditutup.
"Belum ada perkembangan. Sama aja," katanya saat ditemui JawaPos.com di Pasar Tanah Abang Blok A, Jumat (13/10).
Hingga siang tadi, ia mengatakan baru mendapat penglaris saja dari sekian ratus orang yang berkunjung ke Pasar Tanah Abang. Baginya, masalah utama dari sepinya toko itu kini adalah e-commerce.
"Ya mana mau rame online masih ada kan. Orang masih udah dia udah mantep belanja online, jual murah-murah di sana kan. Padahal barang sama," ucapnya.
Oleh karena itu, Maulana menyebut bahwa jika mau pedagang Pasar Tanah Abang ramai kembali seperti dulu, pemerintah harus menutup semua e-commerce yang sudah beredar belakangan ini.