Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2016-2019 Febri Diansyah (kanan) dan mantan pegawai KPK Rasamala Aritonang memberikan keterangan kepada wartawan usai diperiksa tim penyidik KPK.
JawaPos.com – Mantan Juru Bicara KPK 2016-2019, Febri Diansyah, diketahui telah menjalani pemeriksaan oleh KPK pada Senin (2/10). Konon, ia diperiksa lantaran diduga melakukan perintangan penyidikan terhadap dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).
Namun, dalam keterangannya usai pemeriksaan KPK, Febri membantah isu tersebut. Menurutnya, pemeriksaan yang berlangsung selama tujuh jam itu sama sekali tidak menyinggung soal dugaan korupsi Kementan.
“Tidak ada satu pun pertanyaan yang ditanyakan pada kami oleh penyidik terkait penggeledahan di Kementan,” kata Febri, seperti dilansir dari Antara, Selasa (3/10).
Baca Juga: Usai Diperiksa KPK, Febri Bantah Didalami soal Perusakan Barbuk Dugaan Korupsi di Kementan
Febri pun menjelaskan, bahwa pemeriksaan tersebut berkaitan dengan penemuan dokumen berisi opini hukum yang disusun bersama rekannya, Rasamala Aritonang, kala melakukan penggeledahan di lokasi yang berkaitan dengan penyidikan perkara dugaan korupsi Kementan.
“Jadi lebih ke klarifikasi begitu. Benar (atau) enggak ini (dokumen) disusun oleh tim saya dan Rasamala. Tentu kami benarkan karena memang itu draft pendapat hukum yang kami susun secara professional,” terangnya.
Lebih lanjut, Febri yang tergabung dalam firma hukum Visi Integritas itu, mengungkapkan bahwa dirinya bersama Rasamala Aritonang telah diminta secara resmi untuk menjadi tim pendamping hukum Kementan selama proses hukum berjalan.
Selain memberi pendampingan hukum, kata dia, timnya juga akan membuat dokumen pendapat hukum sebagaimana mestinya.
“Dalam proses pendampingan itu tadi juga kami melaksanakan tugas sesuai undang-undang, mendapatkan informasi dan dokumen, yang kemudian kami susun dalam sebuah pendapat hukum. Jadi, ada legal opinion. Itu yang kami susun dan itulah yang tadi dikonfirmasi oleh penyidik,” tegasnya.
Sebagai informasi, Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat ini tengah diterpa kasus dugaan korupsi. Bahkan, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
