Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 15.01 WIB

Berpotensi Didisiplinkan PKB, Menag Yaqut Tak Akan Cabut Pernyataan

Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Istimewa) - Image

Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menegaskan tidak akan mencabut pernayatannya soal ajakan tak memilih bakal calon presiden (capres) yang punya rekam jejak melakukan politisasi agama saat Pemilu. Pernyataan ini merespons ancaman akan didisiplinkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagaimana disampaikan  Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid.
 
"Saya nggak akan mencabut pernyataan saya," kata Gus Yaqut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/10).
 
Gus Yaqut menegaskan, pernyataan dirinya tidak ada yang salah. Karena politisasi agama memang tidak boleh, yang dikhawatirkan akan berbahaya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. 
 
 
"Ya nggak boleh, setuju nggak kalian soal politisasi? Boleh nggak? Saya tanya boleh nggak politisasi agama? Enggak kan, ya jangan," tegas Gus Yaqut.
 
"Agama itu harus menjiwai setiap perilaku kehidupan kita termasuk dalam berpolitik, tetapi jangan gunakan agama untuk berpolitik, itu saja ya masa begini juga kemudian ditertibkan, ya monggo," sambungnya.
 
Meski demikian, dia menghormati ancaman Gus Jazil sebagai politikus hebat, tetapi tidak akan mencabut ucapannya itu. Termasuk ajakan agar masyarakat melihat rekam setiap jejak bakal capres.
 
"Untuk satu hal itu, ya untuk apa mencabut omongan saya yang menyarankan kepada publik agar melihat track record calon pemimpin agar jangan hanya terpesona dengan janji-janji dengan mulut  manis,  mencabut itu saya nggak mau," ucap Gus Yaqut.
 
 
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid alias Gus Jazil mengatakan, kader PKB yang saat ini menjabat Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut akan seger didisiplinkan. Dia menyinggung soal kader palsu, yang dinilai tidak taat mengikuti keputusan organisasi.
 
"Kita serahkan ke mekanisme internal organisasi, saya yakin cepat atau lambat itu sudah ada pendisiplinan. Jadi enggak usah khawatir, yang jelas PKB selalu menempatkan diri sebagai partai terbuka untuk menjaga kebersamaan, menjadi partai pemersatu. Saya pikir itu lebih penting," ucap Gus Jazil kepada wartawan, Senin (2/10).
 
Elite PKB ini tak merasa khawatir rencana pendisiplinan Gus Yaqut akan membuat suara PKB terpecah, dalam mendukung pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Dia menekankan, konstituen PKB sudah cerdas membedakan antara kader emas dengan kader palsu.
 
 
"Konstituen PKB bisa membedakan mana emas, mana kader palsu, mana kader beneran. Mana yang sesuai dengan visi partai dan taat pada seluruh perintah partai dan mana yang bukan," cetusnya.
 
Karena itu, dia meminta Gus Yaqut untuk menjaga pernyataannya. Sebab, Gus Yaqut merupakan pejabat publik yang dibiayai oleh pajak seluruh rakyat Indonesia.
 
Dia berujar, pernyataan Gus Yaqut untuk tidak memilih bakal capres yang memiliki rekam jejak politisasi agama, layaknya pernyataan buzzer dan provokator. Karena itu, ia pun mendorong Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi Gus Yaqut dari posisi Menteri Agama.
 
"Kalau posisinya sebagai menteri, ya presiden lah yang mengevaluasi. Kalau sebagai kader PKB, kami tentu sudah menyiapkan langkah-langkah pendisiplinan. Jadi dan publik tentu juga akan memberikan penilaian juga, menurut saya itu yang lebih penting," pungkasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore