Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 14.51 WIB

Daftar 16 BUMN yang Dapat PMN Tunai dan Non Tunai dari APBN Tahun 2023 dan 2024

Salah satu BUMN yang menerima PMN. (ASDP)

JawaPos.com - Komisi XI DPR dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah menyepakati pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai dan Non Tunai pada APBN Tahun Anggaran 2023.
 
Sri Mulyani memastikan, pemberian PMN kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpilih tidak akan dikucurkan sekaligus. Nantinya, PMN akan dicairkan sesuai dengan Key Performance Indicators (KPI) dan kontrak kinerja yang dimonitor serta dilaporkan berkala. 
 
“Kami sesuai dengan praktik yang selama ini sudah kita establish, seluruh PMN Tunai ini harus disertai Key Performance Indicators dam kontrak kinerja dari manajemen. Jadi, pencairan PMN tidak dilakukan secara gelondongan,” kata Menkeu dalam Rapat Kerja Komisi XI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Senin (2/10) kemarin.
 
 
Ada 16 BUMN yang telah disetujui DPR dan Menkeu untuk mendapat PMN baik tunai dan non tunai. Lebih rinci, berikut ini daftar 16 BUMN yang menerima PMN pada tahun 2023 lengkap dengan kegunaannya:
 
PMN Tunai
 
1. Hutama Karya (Rp 28,8 Triliun)
 
PMN Tunai diberikan kepada BUMN sektor konstruksi yaitu PT Hutama Karya (Persero) untuk penyelesaian proyek infrastruktur diantaranya Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, dan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan PT Wijaya Karya (Persero) bertujuan untuk penyelesaian proyek strategis nasional dan proyek IKN.
 
2. IFG (Rp 3 Triliun)
 
PMN Tunai juga diberikan untuk sektor lain yakni PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Suntikan dana tersebut akan digunakan untuk penguatan IFG Life dari PT Jiwasraya.
 
3. Airnav Indonesia (Rp 659,19 miliar)
 
Perum LPNNPI/Airnav Indonesia, PMN tunai tersebut akan digunakan untuk modernisasi dan peremajaan fasilitas Air Traffic Management System bagi keselamatan penerbangan.
 
4. Aviasi Pariwisata Indonesia (Rp 1.014 triliun)
 
Suntikan dana PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) akan digunakan untuk pembangunan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan KEK Sanur.
 
5. PT LEN Industri (Rp 1.754 triliun)
 
Suntikan dana sebesar Rp 1.754 triliun bagi PT LEN Industri akan digunakan untuk pembangunan fasilitas dan peningkatan kapasitas produksi radae, pesawat, kapal, amunisi, medium tank, dan kendaraan tempur.
 
6. PT SMF (Rp 1.530 triliun)
 
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) untuk mendukung pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
 
 
PMN Non Tunai
 
1. PT LEN Industri (Rp 456,25 miliar)
 
PMN Non Tunai yang akan diterima PT Len Industri (Persero) akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan perusahaan. 
 
2. PT RNI (Rp 2,564 triliun)
 
PMN Non Tunai berupa konversi piutang diberikan kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) untuk memperbaiki struktur permodalan dan rasio keuangan utama perusahaan.
 
3. Airnav Indonesia (Rp 892 miliar)
 
PMN Non Tunai berupa Barang Milik Negara  (BMN) diberikan kepada Perum LPPNPI/Airnav Indonesia untuk bangunan dan peralatan navigasi penerbangan.
 
4. ASDP (Rp 388,56 miliar)
 
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menerima BMN yang akan digunakan untuk kapal laut yang melayani masyarakat pada jalur perintis khususnya di wilayah timur Indonesia.
 
5. Brantas Abipraya (Rp 211,98 miliar)
 
PMN Non Tunai yang akan diperoleh Pt Brantas Abipraya (Persero) berupa barang milik negara untuk tanah dan bangunan gedung kantor.
 
6. Sejahtera Eka Graha (Rp 1,22 triliun)
 
BMN senilai Rp 1,22 triliun bagi PT Sejahtera Eka Graha untuk tanah/aset properti eks-BPPN guna meningkatkan value aset properti eks-BPPN dan menciptakan multiplier effect terhadap pembangunan Kota Bogor.
 
7. Pertamina (Rp 49,94 miliar)
 
PT Pertamina (Persero) berupa BMN senilai 49,94 miliar untuk sarana dan prasarana bahan bakar nabati sebagai wujud implementasi mandatori Biodiesel.
 
Sementara itu, PMN tunai untuk anggaran tahun 2024 yang disetujui oleh Komisi XI DPR, sebagai berikut:
 
1. PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp18,60 triliun.
2. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) sebesar Rp3,55 triliun.
3. PT Wijaya Karya (Persero) sebesar Rp6 triliun.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore