Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 September 2023 | 19.58 WIB

Luas Lahan Terdampak Karhutla Bromo 504 Ha, Arjuno 5.094 Ha

HANGUS: Kondisi terakhir kawasan sabana Gunung Bromo setelah mengalami kebakaran hebat. - Image

HANGUS: Kondisi terakhir kawasan sabana Gunung Bromo setelah mengalami kebakaran hebat.

JawaPos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bromo dan sejumlah gunung lain sudah teratasi. Namun, efek akibat insiden itu masih terasa. Hingga kemarin (17/9), besaran kerugiannya belum bisa dikalkulasi, bahkan terus bertambah.

Berdasar pendataan yang dilakukan, kerugian akibat karhutla memang dialami berbagai sektor. Kerusakan alam, misalnya. Berdasar data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), luas lahan yang rusak di kawasan Bromo diperkirakan mencapai 504 hektare (ha).

Karhutla di Bromo merusak ekosistem. Banyak vegetasi endemis dan satwa yang mati. Habitat mereka juga rusak. Diperlukan waktu lama untuk mengembalikan kawasan hutan.

Padahal, selama ini kawasan Bromo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jatim. Pada 2022, tercatat 318.919 pengunjung datang.

Pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang dikumpulkan mencapai Rp 11,65 miliar. Kabid Destinasi Pariwisata Disbudpar Jatim Susiati menyatakan, kawasan Bromo masih ditutup.

Nanti ada evaluasi sebelum kawasan itu dibuka. ”Hasil koordinasi, masih ditutup,” kata Susiati.

Selain kerusakan alam dan potensi wisata, karhutla menimbulkan kerugian di berbagai lini. Contohnya, yang dialami pelaku usaha wisata.

”Seperti pengusaha persewaan Jeep di Malang. Karena Bromo ditutup selama lebih dari 10 hari, potensi pendapatan mereka hilang Rp 3,6 miliar. Itu belum yang di Probolinggo, Pasuruan, atau Lumajang,” ujar Susiati.

Sektor perhotelan juga terimbas. Akibat penutupan kawasan Bromo gara-gara karhutla, okupansi mereka anjlok. Rata-rata, masing-masing kehilangan pendapatan Rp 34 juta per hari.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengakui, api di kawasan Bromo memang telah padam. Namun, pemadaman belum berakhir. Masih ada pembasahan untuk mencegah munculnya api.”Petugas masih siaga,” katanya.

Sementara itu, karhutla di kawasan Gunung Arjuno juga berdampak luar biasa. Sedikitnya 5.094 hektare lahan ludes dilalap si jago merah.

”Wilayah paling luas terdampak adalah Pasuruan. Disusul Kota Batu, Malang dan Mojokerto,” kata Sukatno, koordinator posko darurat karhutla Gunung Arjuno.

Di Mojokerto, karhutla Arjuno-Welirang bertahap mulai padam. Api sudah tidak tampak di vegetasi di Blok Banggul Adem, Trawas, yang jadi titik terakhir kebakaran.

’’Saat ini masih kami lakukan pemantauan intensif (di Blok Banggul Adem),’’ terang Kepala RPH 07 Tahura (Taman Hutan Rakyat) R Soerjo Yoso Sudariono. (hen/zal/hn/vad/fen/c14/ris)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore