
Salah satu bangunan terbengkalai di Kampung Mati Vietnam, di kawasan Jakarta Timur.
JawaPos.com - Di antara hiruk pikuk Jakarta, ada satu wilayah yang sangat sunyi. Saking sepinya, warga menjulukinya kampung mati. Namanya Kampung Vietnam. Disebut begitu karena pada 1970-an, wilayah itu ditempati warga Vietnam yang mengungsi akibat perang di negaranya.
Kampung Vietnam terletak di wilayah Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Di lahan yang kini menjadi milik Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta itu, pernah berdiri kompleks pengungsi asal Vietnam.
Babeh, salah seorang warga sekitar, mengatakan bahwa Kampung Vietnam sudah tidak lagi ditempati oleh warga keturunan Vietnam. Yang tersisa di sana hanya beberapa warga Jakarta. ”Sudah lama ditinggal,” kata kakek 65 tahun itu singkat.
Selain berstatus milik pemerintah, lahan puluhan hektare tersebut sangat rawan banjir. Karena itu, tidak ada yang kerasan tinggal di sana. Tidak banyak yang tersisa dari kompleks tersebut. Sebagian besar bangunan di sana sudah hancur.
Tidak seperti kebanyakan tempat di Jakarta, Kampung Vietnam sangat sunyi. Meski siang, kampung itu tetap saja sepi. ”Paling anak-anak sekolah main ke sana,” ujar Babeh. Itu pun sekadar singgah. ”Karena memang angker,” kata dia. Sunyi dan sepinya Kampung Vietnam tambah terasa bila hari sudah gelap.
Karena hanya sedikit yang tinggal di sana, saat malam Kampung Vietnam tampak lebih gelap dari permukiman lainnya. Babeh menyebut, hanya para penghuni kampung itu yang mau tinggal di sana. ”Karena memang tidak bayar,” imbuhnya.
Menurut dia, segelintir penghuni tahu konsekuensi menempati kampung tersebut. Salah satunya hidup bersama dengan makhluk-makhluk tak kasatmata. ”Yang begitu banyak di situ,” ucap dia.
Cerita mistis mengenai Kampung Vietnam sudah jadi hal biasa bagi warga sekitar. Mereka sering mendengar kisah-kisah horor dari kampung itu. Mulai penampakan dalam aneka wujud, bunyi dan suara-suara janggal, hingga kejadian-kejadian yang lebih sering tidak masuk akal.
Menurut dia, cerita-cerita itulah yang membuat beberapa pembuat konten berdatangan. Selain yang mengulas sejarah, banyak juga yang datang untuk menunjukkan betapa seramnya kampung tersebut.
Letak kampung itu tidak terlalu jauh dari jalan raya Diklat Depsos. Kampung Vietnam berada persis di ujung jalan tersebut. Gapura menyambut setiap orang yang datang ke kampung itu. Dari gapura tersebut, tinggal melewati jembatan sebelum sampai ke deretan rumah kosong yang memancarkan aura tak enak.
Semuanya berantakan. Kecuali beberapa bangunan yang masih ditempati. Menengok ke kiri maupun kanan, yang kelihatan sama saja. Jawa Pos sempat masuk dan menyisir beberapa bangunan di kampung itu. Rasanya memang berbeda. Sebab, bangunan-bangunan tersebut sudah lama kosong.
Selain tidak berbentuk, banyak bangunan di sana yang diselimuti tanaman liar. Tidak sulit membayangkan betapa seramnya kampung itu saat malam. Di sela-sela penyisiran, seorang ibu menyapa. Dia menanyakan maksud kedatangan Jawa Pos. Sayang, ibu tersebut enggan bercerita banyak dan memberi tahu identitasnya.
Serupa dengan Babeh, dia menyampaikan bahwa sudah banyak pembuat konten yang datang. Mereka mengulas beberapa hal terkait sejarah. Utamanya saat kampung yang dia tempati diisi oleh pengungsi dari Vietnam. ”Nggak apa-apa, yang penting sudah izin,” imbuhnya. Ada pula yang membahas soal bekas panti jompo di sana. ”Yang horor-horor juga ada,” tambahnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
