
BERPULANG: Ribuan orang mengiringi pemakaman jenazah pimpinan PMDG KH Abdullah Syukri Zarkasyi, Kamis (22/10). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
JawaPos.com – Kalau sudah bicara tentang cita-cita dan impian, KH Abdullah Syukri Zarkasyi bisa meledak-ledak. Penuh semangat.
"Beliau bukan hanya guru, melainkan juga ayah bagi semua yang pernah bersentuhan dengan beliau," ujar dai kondang Yusuf Mansur di sela menghadiri pemakaman pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) itu di Ponorogo, Jawa Timur, kemarin (22/10).
Tepat pada Hari Santri, pukul 10.00 kemarin Kiai Syukri yang berpulang pada Rabu lalu (21/10) dimakamkan di pemakaman keluarga Gontor. Sebelumnya, jenazah disalati di Masjid Jami PMDG.
Ribuan santri dan pelayat tumpah ruah mengantar Abdullah Syukri ke peristirahatan terakhirnya. Yusuf mengaku banyak wejangan dari almarhum yang dihayati dan diterapkan dalam dakwahnya.
’’Kata beliau, setiap huruf Alquran yang kita baca akan menjelma jadi malaikat Allah di alam kubur. Beliau juga pernah bilang, kiai itu harus senang kalau santrinya berhasil lebih dari kiainya,’’ kata alumnus PMDG tersebut.
Baca juga: Khofifah: Ini Kali Kesekian Kehilangan Ulama-Ulama Saleh pada 2020
Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal terisak saat menyampaikan sambutan. Air mata meleleh di pipinya yang keriput. ’’Saya dan almarhum bermain sepak bola sejak pakai bola karet di bawah pohon asam sampai sekarang jadi pemain top,’’ katanya.
Almarhum, kata Hasan, merupakan sosok teman sejak puluhan tahun silam. Sejak PMDG hanya seluas 1,7 hektare hingga punya aset tanah 1.600 hektare di berbagai daerah. ’’Dengan izin, kekuatan, dan pertolongan Allah, kami teruskan perjuangan sampai menjadi seperti sekarang,’’ ujarnya.
Hasan memuji putra pertama KH Imam Zarkasyi, salah satu trimurti pendiri PMDG, itu sebagai kawan sejati. ’’Kalau boleh sombong, saya orang yang paling tahu beliau. Dan mungkin, beliau orang yang paling tahu tentang saya,’’ ungkapnya.
Pasca meninggalnya Abdullah Syukri, PMDG akan mempersiapkan pemilihan pimpinan baru. Hasan berharap pengganti Syukri mampu meneruskan perjuangan untuk membesarkan PMDG.
’’Tidak mungkin pondok ini dipimpin orang sekecil saya. Hanya oleh orang yang berjiwa besar, dengan kebersamaan dan pengorbanan yang besar, serta lindungan dari Allah, kepemimpinan di pondok ini dapat dilanjutkan,’’ tuturnya.
Ahmad Fuadi, penulis novel Negeri Lima Menara, meluapkan banyak kenangan tentang Abdullah Syukri. Dikutip melalui rilis resmi PMDG, Fuadi kerap disanjung almarhum. Itulah yang menguatkannya hingga menjadi penulis sukses.
’’Saya seperti sekarang ini antara lain karena pernah diayun-ayun oleh buaian sayang beliau. Kata-katanya penuh energi yang menyetrum para santrinya,’’ ujar lulusan 1992 PMDG yang juga mantan wartawan Tempo itu.
Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, adik Abdullah Syukri, mengungkap bahwa kakaknya menderita aneurisme sejak 2012. Setelah dioperasi di Surabaya, kondisinya membaik sampai 2017 sebelum kambuh kembali.
’’Pada Sabtu dan Ahad kondisi beliau turun dan pada Rabu beliau mengalami penurunan kesehatan untuk kali kedua. Pukul 15.50 dinyatakan meninggal dunia,’’ terangnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=B4P9DPJE8Q0&ab_channel=jawapostvofficial

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
