Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 17.39 WIB

Ibu Imam Masykur Datang ke Jakarta Ingin Temui Panglima TNI, Minta Keadilan Kasus Pembunuhan Anaknya

Ibunda Imam Masykur, Fauziah ingin bertemu dengan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk meminta kejelasan kasus yang menewaskan putranya oleh oknum Paspampres dan TNI AD lainnya.

 
JawaPos.com - Ibu almarhum Imam Masykur yang diduga dibunuh oleh Praka Riswandi Manik, Fauziah bersama sejumlah perwakilan keluarga dan Tim Kuasa Hukum Hotman 911 tiba di Jakarta sejak Minggu (3/9).
 
Rombongan perwakilan keluarga Imam Masykur itu disambut oleh anggota DPD perwakilan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sudirman Haji Uma setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
 
Fauziah mengaku masih merasa janggal akan kematian Imam Masykur yang diduga terjadi pada 12 Agustus lalu.
 
 
"Saya menuntut keadilan dan ingin tahu secara terang penyebab pasti anak saya meninggal," ujar Fauziah.
 
Ia akan bertemu pengacara Hotman Paris Selasa (5/9). Kedatangan Fauziah ini sekaligus ingin bertemu dengan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk meminta kejelasan kasus yang menewaskan putranya oleh oknum Paspampres dan TNI AD lainnya.
 
"Hari ini Ibu Fauziah dan Keluarga akan bertemu dengan Hotman Paris di Kopi Johnny. Selanjutnya, Tim Hotman 911 akan mendampingi Ibu Fauziah untuk bisa bertemu dengan Panglima TNI," kata Hotman Paris, Selasa (5/9) seperti dikutip dari Pojok Satu.
 
 
Seperti diketahui, kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap Imam Masykur yang dilakukan oleh oknum Paspampres bernama Praka Riswandi Manik bersama dua anggota TNI lainnya, yaitu anggota Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat, Praka HS, dan anggota Kodam Iskandar Muda, Praka J, menjadi sorotan.
 
Awalnya, Imam diculik saat berada di sebuah toko kosmetik yang ia jaga di Jakarta pada Sabtu (12/8) lalu. Imam dituding terlibat penjualan obat ilegal dan diminta memberikan uang Rp 50 juta kepada pelaku agar bisa dibebaskan.
 
Namun karena permintaan itu tidak segera dipenuhi, Imam dianiaya hingga meninggal dunia.
 
 
Danpomdam Jaya, Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar, sebelumnya mengungkapkan ketiga pelaku sempat mengaku sebagai polisi saat menculik Imam. 
 
Setelah Imam tewas, Praka Riswandi dan dua temannya membuang jasad Imam dari atas jembatan waduk di Purwakarta, Jawa Barat.
 
"Dia dibuang di jembatan Waduk Purwakarta. Kemudian hanyut, tanggal 15 (Agustus) ditemukan di sungai di daerah Karawang," terang Irsyad.
 
"Pria tidak dikenal ini (yang kemudian diketahui sebagai jenazah Imam Masykur) diamankan kepolisian dan dibawa ke RSUD Karawang," sambungnya.
 

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore