Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2020 | 20.44 WIB

Menag Positif Covid-19, Jubir Kemenag: Mari Kita Saling Berempati

Menteri Agama, Fachrul Razi saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2020). Raker tersebut membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian Agama tahun 2021 dan Isu-isu terkini. Foto: Dery Ri - Image

Menteri Agama, Fachrul Razi saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2020). Raker tersebut membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian Agama tahun 2021 dan Isu-isu terkini. Foto: Dery Ri

JawaPos.com – Makin banyak saja pejabat di Jakarta yang terinfeksi Covid-19. Kali ini Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dinyatakan positif tertular virus yang belum ada obatnya itu. Kondisinya disebut baik, tetapi dia menjalani isolasi di rumah sakit (RS).

Juru Bicara Kemenag Oman Fathurrahman menjelaskan, Menag kemarin masih berada di RS. ”Masih dalam perawatan,” katanya tadi malam (21/9). Tetapi, secara umum dia menyampaikan kondisi bosnya itu terpantau baik.

”Siapa pun bisa terkena Covid-19, mari kita saling berempati,” kata ahli manuskrip kuno dari UIN Syarif Hidayatullah tersebut. Dia juga meminta kepada seluruh pihak untuk saling mendukung dan menguatkan serta mematuhi protokol kesehatan.

Agenda Menag Fachrul Razi beberapa hari ini terbilang cukup padat. Pada 14 September lalu dia mengikuti rapat bersama Komisi VIII DPR. Kemudian pada 16 September, dia melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Fachrul dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani swab pada 17 September lalu. Oman mengatakan, tugas-tugas birokrasi sudah dikoordinasikan dan didelegasikan kepada Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi.

Baca juga: Menag Akan Diisolasi di Rumah Sakit, Lokasi Tidak Diberitahukan

Salah satu pesan Menag adalah pelaksanaan program Kemenag tetap berjalan. Terutama program mencegah persebaran Covid-19 di lembaga pendidikan agama dan keagamaan serta lembaga keagamaan. ”Beliau minta itu berjalan dengan baik. Bantuan yang disalurkan juga harus tepat sasaran dan akuntabel,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi tadi malam, Zainut mengatakan baru selesai menjalani swab Covid-19. ”Hasilnya baru besok (hari ini, Red),” tutur politikus PPP itu. Dia meminta doa supaya semuanya diberi kesehatan dan aman dari Covid-19.

Kabar Menag Fachrul Razi positif Covid-19 diungkapkan kali pertama oleh Staf Khusus Menag Kevin Haikal. Dia mengatakan, pada 17 September lalu Fachrul menjalani tes swab dan hasilnya positif. ”Namun, alhamdulillah kondisi fisik beliau hingga saat ini terpantau baik. Tidak ada gejala-gejala mengkhawatirkan,” tuturnya.

Kabar Menag positif Covid-19 membuat akses masuk ke kantor Kemenag dibatasi. Lebih lanjut, Oman menuturkan, sekitar sebulan terakhir sudah dilakukan pengetatan protokol kesehatan dan jadwal masuk kantor. ”Ke depan ditingkatkan. Ada pembatasan akses, tetapi tidak tutup total,” ujarnya. Dia menjelaskan, layanan publik di Kantor Kemenag Pusat, Lapangan Banteng, Jakarta, dioptimalkan melalui sistem online. Kemudian, pegawai yang masuk ke kantor didasarkan pada penugasan.



PCR Lokal Sepi Peminat

Photo

TAMBAH KAPASITAS: Suasana Rumah Sakit Darurat Wisam Atlet Kemayoran, Jakarta. Tower 4 di RS tersebut kemarin mulai beroperasi dan menerima pasien Covid-19. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

Sementara itu, tes swab atau PCR saat ini semakin gencar. Jumlah sampel PCR setiap hari semakin banyak. Sayangnya, produk PCR lokal tidak dipakai secara maksimal. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza. ”PCR buatan lokal belum banyak dipesan,” katanya. Padahal, harga PCR lokal yang bernama BioCov-19 relatif terjangkau, yaitu Rp 250 ribu. Selain itu, produk tersebut dikembangkan putra-putri bangsa Indonesia melalui Task Force Riset dan Inovasi Covid-19 (TFRIC-19) beserta PT Bio Farma.

Hammam mengatakan, saat ini baru terdistribusi 100 ribu PCR lokal oleh penggalangan dana Indonesia Pasti Bisa. Selebihnya belum ada pesanan lagi. Baik itu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun Satgas Covid-19. Saat ini jumlah PCR lokal yang siap pakai masih 400 ribu unit.

Baca juga: Menag Fachrul Razi Positif Covid-19, Staf Ahli Sebut Kondisinya Baik

Menurut Hammam, PT Bio Farma memiliki kapasitas produksi PCR lokal hingga 2 juta unit setiap bulan. Dia mengatakan, perangkat PCR lokal itu dipastikan berkualitas baik dan dapat digunakan di beragam mesin PCR atau open system. Dia berharap pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri untuk pelaksanaan tes PCR.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore