
Ribuan masa menggelar aksi didepan Gedung DPR/MPD/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020). FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS
JawaPos.com–Sekertaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyesalkan pembakaran bendera PDI Perjuangan di tengah aksi massa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR RI pada Rabu (24/6).
”Saya sangat menyayangkan pembakaran bendera PDIP di tengah aksi massa menolak RUU HIP. Secara hukum tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan,” kata Mu'ti pada Minggu (28/6).
Mu'ti menyebut, jalur hukum yang ditempuh PDIP lebih baik daripada melakukan aksi massa. Walaupun dilakukan secara damai, berbagai aksi massa berpotensi menimbulkan ketegangan dan kekerasan di masyarakat.
”Karena itu, saya mendesak DPR bisa segera mengambil keputusan mencabut RUU HIP,” ujar Mu'ti.
Baca juga : Gerakan Pasukan Antikomunis Jogjakarta Deklarasi Tolak RUU HIP
Mu'ti menegaskan, DPR tidak perlu menunggu surat presiden karena sudah ada pernyataan resmi pemerintah yang tegas menyatakan menunda pembahasan RUU HIP. Jika DPR tidak segera mengambil keputusan, aksi-kasi massa akan terus terjadi.
”Tidak perlu menunggu 60 hari. Terlalu lama. Semua anggota DPR hendaknya menunjukkan sikap kenegarawanan dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan dan gengsi golongan,” ucap Mu’ti.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=3fhyf0LHbok
https://www.youtube.com/watch?v=EMSqF0cDjHA
https://www.youtube.com/watch?v=IeCV5SuO6j8

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
9 Soto Legendaris di Bandung, Kuliner Murah Isian Melimpah tapi Rasa Juara
