
Ilustrasi Mahkamah Agung. Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar meminta MA jeli dalam mencermati pengajuan PK narapidana koruptor.
JawaPos.com - Hakim Agung Muhammad Syarifuddin terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025 dalam pemilihan pada Senin (6/4). Dia terpilih untuk menggantikan Hatta Ali yang akan pensiun pada 1 Mei 2020.
Dalam sidang paripurna khusus pemilihan ketua, Syarifuddin mengatongi 32 suara pada pemilihan tahap kedua. Calon lainnya, Andi Samsan Nganro hanya memeroleh 14 suara. Dengan demikian Syarifuddin sah terpilih sebagai ketua MA menggantikan Hatta Ali.
Dalam sambutannya, Syarifuddin menyampaikan terimakasih telah dipercaya untuk memimpin lembaga tertinggi di peradilan. Dia mengharapkan dapat didukung untuk mengemban amanah melanjutkan estafet kepemimpinan di MA.
"Terima kasih atas kepercayaan kepada saya untuk menerima tongkat estafet kepemimimpinan Ketua MA. Mulai hari ini berakhir sudah demokrasi kecil di MA. Mulai hari ini pula, saya harap tidak ada perbedaan pendapat, tidak ada dukung-mendukung di antara kita," kata Syarifuddin, Senin (6/4).
Syarifuddin mengajak jajaran peradilan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab agar MA dan badan peradilan di Indonesia lebih baik lagi. Dia pun meminta dukungan sepenuhnya dari jajaran peradilan.
"Kita kembali bersatu-padu bahu-membahu dan kerja keras menyambut tugas dan tanggung jawab kita ke depan agar MA dan badan peradilan lebih baik lagi. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini," harap Syarifuddin.
Untuk diketahui, Syarifuddin saat ini menjabat Wakil Ketua MA Bidang Yudisial. Hakim Agung kelahiran Baturaja, Sumatera Selatan ini dipilih oleh mayoritas hakim agung pada 14 April 2016 untuk menduduki jabatan yang ditinggalkan Mohammad Saleh.
Pada 3 Mei 2016, Syarifuddin mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden RI untuk membantu Ketua MA mengurus bidang yudisial untuk periode 2016-2021.
Perjalanan kariernya di dunia peradilan dipandang cemerlang. Dia memulai sebagai calon hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh pada 1981. Dia kemudian ditempatkan sebagai hakim di PN Kutacane pada 1984.
Setelah tujuh tahun menjadi wakil tuhan, Syarifuddin kemudian dimutasi ke PN Lubuk Linggau sampai dengan 1995. Kariernya makin naik dengan diangkat sebagai Wakil Ketua PN Muara Bulian, Jambi.
Dalam perjalanannya, dia kemudian diangkat sebagai Ketua PN Padang Pariaman dan akhirnya pulang ke kampung halaman sebagai Ketua PN Baturaja pada 1999.
Rekam jejaknya membawa dia masuk Ibu Kota Jakarta. Syarifuddin lantas dipercaya sebagai hakim di PN Jakarta Selatan. Hanya berselang dua tahun, ia mendapat promosi sebagai Wakil Ketua PN Bandung periode 2005-2006 dan kemudian menjadi Ketua PN Bandung pada 2006.
Kariernya terus meroket. Syarifuddin pun ditunjuk sebagai hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Palembang. Bahkan dia pun senpat enam tahun menjabat sebagai Kepala Badan Pengawasan (Bawas) MA. Syarifuddin juga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MA ketika masih menjabat Kepala Bawas MA.
Tahun 2013 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah karier Syarifuddin. Komisi III DPR menetapkannya menjadi hakim agung bersama tujuh kolega lainnya pada 23 Januari 2013. Ketua MA pun melantik doktor lulusan Universitas Parahiyangan ini menjadi hakim agung pada 11 Maret 2013.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 28 Mei 2015 dia diangkat sebagai Ketua Kamar Pengawasan MA. Berselang satu tahun berikutnya, melalui proses pemilihan demokratis di MA, Syarifuddin resmi menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
