
Presiden Joko Widodo (tengah) saat menyambangi Kantor PT PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas mengenai pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Itu terkait pandemi virus korona atau COVID-19 yang sedang mewabah dan telah menelan banyak korban jiwa.
Karena itu, negara harus menjamin kesehatan seluruh warga Indonesia. Sehingga BPJS Kesehatan perlu memiliki landasan hukum baru. Hal itu karena adanya pembatalan kenaikan iuran BPJS Kesehatan telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA).
"Tujuannya agar ada kepastian pelayanan yang baik bagi pasien maupun pihak rumah sakit," ujar Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/3).
Menurut Jokowi, saat ini pemerintah sedang memfokuskan perhatian pada kemampuan untuk menjaga rumah sakit agar dapat berfungsi penuh. Terutama dalam menghadapi pandemi virus korona di dalam negeri ini.
"Terutama soal alur penjaminan pasien dalam perawatan serta proses percepatan penyaluran dana yang dibayarkan kepada rumah sakit," katanya.
Sementara itu soal pembiayaan BPJS Kesehatan untuk pasien COVID-19, Presiden Jokowi memerintahkan supaya kepala daerahharus mengalokasikan anggarannya untuk penanganan pasien yang terpapar virus Korona.
"Saya harus memastikan kalau gubernur, bupati, wali kota juga melakukan realokasi anggaran APBD untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar COVID-19," katanya.
Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk memberlakukan norma standar dan prosedur yang dibutuhkan dalam rangka pelayanan jaminan kesehatan pasien COVID-19.
"Apapun terkait informasi fasilitas kesehatan dan biaya pelayanan, serta pendataan fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan kesehatan akibat COVID-19," ungkapnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=1Q4s_PUMUes
https://www.youtube.com/watch?v=8p2fmE7j6no
https://www.youtube.com/watch?v=zpD-wZ_dfJs

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
