Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2020 | 18.39 WIB

Bupati Natuna Pastikan Warganya Mulai Menerima Isolasi WNI dari Wuhan

Sebanyak 238 WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, China turun dari pesawat setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). WNI yang dievakuasi dari Wuhan tersebut kemudian diterbangkan kembali menuju Ranai, Natuna untuk menjalan - Image

Sebanyak 238 WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, China turun dari pesawat setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). WNI yang dievakuasi dari Wuhan tersebut kemudian diterbangkan kembali menuju Ranai, Natuna untuk menjalan

JawaPos.com - Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal memastikan kondisi warganya mulai kondusif menerima proses isolasi dilakukan di wilayahnya. Awalnya memang sempat terjadi kegaduhan, karena warga khawatir bisa tertular virus korona dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru dipulangkan dari Wuhan, Tiongkok.

Hamid mengatakan, awalnya masyarakat hanya menerima informasi Natuna akan dijadikan lokasi karantina dari media massa. Saat itu belum ada sosialisasi langsung dari pemerintah daerah maupun pusat.

"Biasa, namanya orang kampung, belum pernah ada yang begitu jadi merasa was-was, ada apa ini karantina," kata Hamid di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/2).

Dia menuturkan, saat ini kondisi sudah berangsur kondusif. Pemda sudah menerjunkan tim-tim lapangan untuk melakukan sosialiasi langsung kepada masyarakat. Dalam pertemuan bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, mereka menjamin keselamatan warga Natuna.

Oleh karena itu, masyarakat setempat tidak lagi perlu khawatir. Di sisi lain, Hamid tak memungkiri sampai saat ini masih ada sejumlah warga Natuna yang memilih pulang kampung maupun pergi ke daerah lain sementara waktu.

Hanya saja, Pemda memastikan tidak ada eksodus warga Natuna akibat adanya karantina. "Jadi tidak ada istilah eksodus, kalau eksodus kosong lah Natuna itu," ucap Hamid.

Sementara itu, proses belajar mengajar di Natuna pun sudah kembali normal. Sebelumnya sempat diliburkan untuk memastikan keselamatan warga dari imbas proses karantina.

Lebih lanjut, Hamid mengatakan, lokasi isolasi dengan permukiman warga jaraknya cukup jauh. Hampir 2 kilometer. "Jadi kalau 2 kilometer saya kira masih amanlah. memang itu kan pangkalan militer, ditutup, nggak bisa masuk lagi," tegasnya.

Meski begitu, pemda tetap menyiagakan seluruh puskesmas di Kabupaten Natuna serta membuka posko-posko pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Sehingga bisa mencegah masyarakat sakit.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore