Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juli 2019 | 01.50 WIB

ACT Beri Penghargaan kepada Atlet Veteran Ellyas Pical

Tim ACT memberi penghargaan kepada atlet veteran Ellyas Pical. (Istimewa/ACT) - Image

Tim ACT memberi penghargaan kepada atlet veteran Ellyas Pical. (Istimewa/ACT)

JawaPos.com - Tim Mobile Social Rescue (MSR) Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberi penghargaan kepada atlet veteran Indonesia. Penghargaan berupa bantuan dana ini merupakan program lanjutan dari kerja sama ACT bersama Kitabisa.com dan Grab Indonesia. Program Penghargaan Atlet Veteran 2019 bertujuan untuk menghargai perjuangan para atlet veteran yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Dari tujuh atlet veteran, ACT turut menyambangi Ellyas Pical, sang legendaris tinju yang pernah membawa nama Indonesia ke kancah dunia. Dia terkenal dengan julukan ‘The Exocet’ karena kecepatan dan kekuatan pukulannya yang seperti rudal asal Prancis. Dalam usia yang tidak lagi muda, Ellyas masih dapat mengingat baik cerita-cerita di balik piagam yang berjejer di lemarinya dan bagaimana awal berkarir. Dia pun menceritakan kisah-kisahnya semasa masih berlaga di arena tinju.

Salah satunya saat mengalahkan petinju asal Korea Selatan, Chun Du Jo. Pertandingan itu merupakan kejuaraan dunia tinju kelas bantam junior versi IBF, 3 Mei 1983 silam. “Ketika dia memukul saya, saya menghindar lalu mundur sedikit. Kemudian saya kasih dia hook tepat di rahang kanannya. Setelah itu langsung KO dia,” ujar Ellyas sembari mempergakan gerakannya itu, sebagaimana dalam keterangan tertulis ACT, Senin (22/7).

Pikiran menjadi petinju terbesit di benak Ellyas Pical ketika ia baru berumur 14 tahun. Selain karena hobi, pada masa itu ia melihat petinju legendaris, Muhammad Ali, bertanding di layar kaca. Terinspirasi dengan Ali, Ellyas kemudian bercita-cita untuk menjadi juara dunia dalam cabang olahraga tinju. Meskipun awalnya keputusan tersebut sempat tidak disetujui orang tuanya.

“Mama saya tidak mau, lalu ada adiknya mama saya (paman) yang bilang ‘Jangan ditolak-tolak. Kalau anak (kamu) mau kenapa harus ditolak? Dia ingin menjadi atlet, ya biarkan saja dia berjalan. Mudah-mudahan dia bisa menjadi orang yang baik, lalu terkenal. Eh, betul terjadi,” kenang Ellyas.

Pada akhirnya, pamannya yang menggembleng fisik Ellyas hingga menjadi atlet tinju profesional. Menurut dia, latihan yang disiplinlah yang menjadi kunci suksesnya untuk memenangkan pertandingan. Persiapan latihan selalu dilakukan minimal enam bulan sebelum pertandingan berlangsung.

“Memang latihan itu mesti kita persiapkan dari awal sebelum pertandingan, kita harus persiapkan dari bawah (arena tinju). Supaya kalau kita sudah dalam pertandingan kan sudah kuat, stabil, stamina sudah bagus. Tapi kalau tidak latihan dari bawah, tidak akan bisa maju,” ungkapnya semangat.

Walaupun Ellyas telah memutuskan pensiun pada tahun 1993 lalu, semangat Ellyas Pical masih sama besarnya pada olahraga ini. Kini, ia masih aktif bekerja di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Sementara itu, tim program MSR-ACT Dayani berharap penghargaan yang diberikan dapat menambah kebahagiaan para atlet. “Terutama kepada Pak Ellyas, semoga dalam melatih atlet muda dapat menemukan bibit unggul untuk Indonesia ke depannya. Terlebih, ke depannya semoga lebih banyak lagi perusahaan lain yang bekerjasama dengan ACT dan dapat terus memberikan penghargaan kepada para mantan atlet,” ungkapnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore