
Photo
JawaPos.com - Pendalaman pasar dengan mengembangkan instrumen baru keuangan terus dilakukan. Kali ini, Bank Indonesia (BI) mengakselerasi penerbitan instrumen Surat Berharga Komersial (SBK) sebagai sumber pendanaan jangka pendek non perbankan. Penerbitan instrumen SBK ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan pendanaan korporasi di dalam negeri.
"Dengan telah siapnya berbagai ketentuan dan infrastruktur pendukung, SBK dapat berperan penting sebagai salah satu alternatif pendanaan jangka pendek bagi korporasi non bank dan sebagai instrumen pasar uang yang menarik bagi investor," Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo seusia penandatanganan perjanjian penatausahaan dan penyelesaian transaksi SBK antara BI dan PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Gedung BI Jakarta, Jumat (17/5).
Dody mengungkapkan, penerbitan istrumen SBK sebagai bagian dari langkah BI dalam mendorong permintaan domestik.
Penandatanganan ini juga menandai bahwa infrastruktur pasar SBK telah lengkap dan siap untuk dioperasionalkan guna melayani penerbitan dan transaksi SBK. Adapun kelengkapan infrastruktur SBK di antaranya adalah Peraturan Bank Indonesia dan Peraturan Anggota Dewan Gubernur yang sudah diterbitkan mencakup pengaturan SBK dan lembaga pendukung pasar.
Saat ini, telah terdaftar di Bank Indonesia 3 penatalaksana atau arranger, 2 lembaga pemeringkat, 46 konsultan hukum, 84 akuntan publik, 5 notaris, 4 perantara atau brokers, 15 kustodian, dan PT. KSEI sebagai Sentral Kustodian.
Menurut Dody, penunjukan KSEI sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian transaksi SBK oleh BI merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan tata kelola dalam penerbitan maupun transaksi khususnya terkait pencatatan, penatausahaan dan penyelesaian transaksi SBK yang dilakukan secara scripless (tanpa warkat).
Disisi lain, kata Dody, untuk memberikan pemahaman peran strategis pembiayaan jangka pendek non-perbankan dan memperkenalkan instrumen surat berharga komersial kepada pelaku ekonomi, BI menyelenggarakan seminar dengan tema Peran Surat Berharga Komersial Sebagai Sumber Pendanaan Perekonomian Nasional pada hari ini.
"Ke depan, BI akan terus berupaya untuk mengembangkan pasar Surat Berharga Komersial melalui edukasi kepada potensial issuer dan program sosialisasi," pungkasnya.
Adapun Bank Indonesia akan berkoordinasi dengan OJK untuk melakukan harmonisasi regulasi, khususnya regulasi yang mengatur lembaga-lembaga jasa keuangan yang dapat memanfaatkan SBK sebagai alternatif pendanaan jangka pendek dan juga sebagai investasi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
