
Presiden Jokowi
Jawapos.com- Puncak peringatan Hari Anti Korupsi Internasional, digelar di gedung Sabuga, Bandung, Kamis (10/12). Dalam sambutannya yang dibacakan Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan, Presiden Joko Widodo mengatakan, bahwa korupsi bukan hanya soal mencuri uang negara, tapi juga kejahatan terhadap kemanusiaan.
Ia menyebutkan, korupsi terbukti telah memiskinkan warga dunia, membawa ketidakadilan, ketimpangan, keterbelakangan, dan terbukti telah menjauhkan bangsa-bangsa di dunia dari kemakmuran bersama.
“Itulah sebabnya korupsi menjadi musuh bersama kita semua, musuh bersama warga dunia, serta musuh semua bangsa-bangsa,” kata Presiden Jokowi dalam sambutan tertulisnya, sebagaimana dilansir dari laman Setkab RI.
Presiden Jokowi menjelaskan, korupsi dimanapun di dunia termasuk di Indonesia berkembang, berevolusi, sampai, pada tahap dimana korupsi itu dilakukan secara sistematis, dan bahkan sudah berjejaring.
Karena sudah masuk sampai masa berjejaring, maka menurut Presiden Jokowi, untuk melawan korupsi bagi hanya perlu keberanian untuk menjalankan dua langkah aksi pencegahan yang betul-betul nyata, serta tindakan penegakan hukum yang betul-betul tegas.
“Kita perlu membangun sistem dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, karena sistem yang baik itu akan efektif untuk mencegah peluang terjadinya korupsi,” tutur Presiden.
Presiden menegaskan, mekanisme kerja birokrasi harus diarahkan ke pemerintahan elektronik atau e-government, mulai dari cash flow management system, pajak online, e-budgeting, e-purchasing system, e-catalog, pemanfaatan whistle blower system, serta banyak lagi yang lain.
“Banyak pekerjaan birokrasi yang bisa dilakukan jauh lebih efisien dengan menggunakan teknologi birokrasi, kata kuncinya adalah membangun e-government untuk meningkatkan pelayanan publik dan memperkuat transparansi akuntabilitas,” tegas Presiden Jokowi.
Selain dihadiri oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Puncak Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional itu juga dihadiri oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufikurahman Ruki, Jaksa Agung Prasetyo, Menkumham Yasonna H. Laoly, Ketua DPD-RI Irman Gusman, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Gubernur Jabar Ahman Heryawan, dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.(afz/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
