Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juli 2023 | 06.13 WIB

5 Penyebab Ikan Paus Sering Terdampar di Pantai

Fenomena paus pilot terdampar di Australia, para penyelamat berupaya mengembalikan 46 ekor paus ke laut. (Antara) - Image

Fenomena paus pilot terdampar di Australia, para penyelamat berupaya mengembalikan 46 ekor paus ke laut. (Antara)

JawaPos.com - Puluhan paus pilot terdampar di pantai Australia, pada Rabu (26/7). Terhitung 51 ekor paus mati karena terdampar di pantai Cheynes, timur Albany, Australia. Fenomena tentang paus terdampar di pantai sebenarnya bukan pertama kalinya terjadi.
 
Dikutip dari National Geographic, setiap tahun ribuan paus, lumba-lumba dan hewan laut lainya terdampar dipantai di seluruh Dunia. Terkadang hewan-hewan tersebut terdampar karena sakit maupun sehat,dan terkadang terdampar secara individu maupun berkelompok.
 
Zoological Society of London Cetacean Strandings Investigation Programme (CSIP) dari Inggris telah mencatat bahwa lebih dari 12.000 cetacea yang terdampar sejak tahun 1990. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut merupakan fenomena global dan dari setiap peristiwa memiliki penyebab dari berbagai faktor.
 
 
Dari beberapa pola penyebab sering terjadinya ikan paus terdampar di pantai adalah mulai dari garis pantai yang membingungkan hingga ancaman yang ditimbulkan oleh manusia. Berikut penjelasannya.
 
Topografi
 
Topografi pesisir dan rentang pasang surut membuat wilayah menjadi perangkap bagi mamalia laut. Siklus pasang surut air laut yang hingga beberapa kilometer, menyebabkan beberapa hewan laut terjebak dengan bergerak ke perairan yang lebih dangkal tanpa mereka sadari.
 
Penyebab alami
 
Seekor paus yang terdampar bisa karena sakit atau terluka, pikun, hilang, tidak dapat makan, atau karena faktor penuaan hewan tersebut. Hewan yang lemah bisa hanyut karena arus, dan hewan yang kehilangan arah bisa secara tidak sengaja berkeliaran ke perairan yang lebih dangkal.
 
Aktifitas manusia
 
Manusia juga bagian dari masalah, contoh masalah yang di sebabkan oleh manusia adalah aktifitas menangkap ikan, polusi, pemogokan kapal, dan masih ada banyak lagi. Keterikatan dalam tali pancing merupakan faktor utama kematian buatan manusia.
 
Laut yang berisik
 
Polusi suara seperti denyut suara dari penggunaan survei sonar dan seismik mengganggu kemampuan paus untuk berkomunikasi dan bernavigasi. hal tersebut dapat mendorong paus ke darat dengan memekakkan telinga, membingungkan, atau menakuti mereka.
 
Terdampar massal
 
Kejadian ini diidentifikasikan karena naluri yang menuntun mereka untuk tetap bersama dengan kelompok, bahkan jika ada yang sakit atau tertekan dalam kelompok tersebut. 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore