Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juli 2023 | 05.43 WIB

Mayat Pendaki yang Hilang Sejak 1986 Ditemukan di Gletser yang Mencair

Dilaporkan bahwa polisi Kanton Valais merilis gambar ini dari tempat kejadian (Foto : Sky News).

 
JawaPos.com - Mayat pendaki yang hilang sejak 1986 akhirnya ditemukan di Gletser Theodul, yang merupakan gletser di Pegunungan Alpen, sebelah selatan Zermatt di kanton Valais. Pendaki berkewarganegaraan Jerman yang tidak disebutkan namanya itu meninggal pada usia 38 tahun.
 
Ia dilaporkan menghilang saat mendaki Gunung Matterhorn yang ikonik di Swiss 37 tahun lalu. Awalnya, mayatnya ditemukan pada Rabu (12/7) oleh sesama pendaki yang mendaki di sepanjang Gletser Theodul.
 
Kemudian mayat tersebut segera dibawa ke rumah sakit terdekat dan dilakukan pengambilan sampel DNA untuk dianalisis. Setelah hasil tes DNA keluar, Kepolisian setempat mengungkapkan bahwa tes DNA mengonfirmasi mayat itu benar milik pria berusia 38 tahun, yang hilang pada September 1986.
 
 
"Analisis DNA memungkinkan identifikasi seorang pendaki gunung yang hilang sejak 1986. Pada bulan September 1986, seorang pendaki Jerman yang saat itu berusia 38 tahun dilaporkan hilang setelah tidak kembali dari pendakian," ujar polisi tersebut yang dikutip dari Sky News.
 
Polisi diketahui tidak memberikan detail identitas dari mayat tersebut secara rinci maupun bagaimana kondisi kematiannya, namun merilis foto sepatu bot hiking tunggal dengan tali merah mencuat dari salju milik mendiang pendaki. 
 
Para ahli iklim Swiss dan ahli lainnya mengatakan gletser di negara tersebut telah mencair dengan kecepatan tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut sebagian mereka kaitkan terjadi karena perubahan iklim ekstrim akibat ulah manusia.
 
Meskipun perubahan iklim yang mempercepat pencairan gletser itu juga menyebabkan penemuan mayat pendaki yang menghilang selama beberapa dekade di beberapa gunung lain. Pada Agustus 2017, tim penyelamat gunung di Italia menemukan sisa-sisa pendaki di gletser di bagian selatan Gunung Blanc (Mont Blanc/La Dame Blanche) yang kemungkinan berasal dari tahun 1980-an atau 1990-an.
 
Sebulan sebelumnya di tahun yang sama, gletser yang menyusut di Swiss juga mengungkap keberadaan mayat pasangan beku yang hilang 75 tahun lalu. Marcelin Dumoulin dan istrinya, Francine, berusia 40 dan 37 tahun ketika mereka menghilang pada 15 Agustus 1942. Polisi daerah mengatakan kepada media lokal pada bulan Juli bahwa tubuh mereka ditemukan di dekat lift ski di gletser oleh seorang pekerja dari perusahaan resor petualangan.
 
Pada 2016, mayat pendaki gunung terkenal dan juru kamera ekspedisi yang terkubur dalam longsoran Himalaya pada tahun 1999 juga ditemukan di sebagian gletser yang mencair.
 
Di 2015, mayat dua pendaki muda asal Jepang yang hilang di Gunung Matterhorn dalam badai salju tahun 1970 juga ditemukan dan identitas mereka dikonfirmasi melalui tes DNA.
 
Pada 2022, gletser Swiss mencatat tingkat pencairan terburuk sejak pencatatan dimulai lebih dari seabad yang lalu. Mereka kehilangan 6% dari volume yang tersisa, hampir dua kali lipat dari rekor sebelumnya pada 2003.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore