Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juli 2023 | 14.11 WIB

Pelaku Mutilasi Tidak Habisi Nyawa Korban di Kos, Tetangga: Waliyin Sering Bawa Teman Cowok

2 pelaku mutilasi Sleman ditangkap Polda DIJ dalam pelariannya di Bogor, Jawa Barat. (Radar Jogja) - Image

2 pelaku mutilasi Sleman ditangkap Polda DIJ dalam pelariannya di Bogor, Jawa Barat. (Radar Jogja)

JawaPos.com - Waliyin, satu di antara dua pelaku mutilasi R, mengontrak kos di Dusun Krapyak, Triharjo, Sleman. Tetangga kosnya, Reno, menduga eksekusi korban tidak dilakukan di kamar kos yang di tempati pelaku.

Hal itu karena dia yang bersebelahan kos-kosannya tidak mendengar suara kegaduhan apapun saat sebelum ditemukan potongan tubuh di Kelor, Bangunkerto, Turi.

Padahal, kata Reno, suara air keran yang menyala dari kamar Waliyin saja biasanya kedengaran dari kamar kosnya. Apalagi, jika ada keributan atau kegaduhan di kosnya.

"Pendapat aku ), eksekusinya enggak di sini (kos Waliyin, Red) karena tidak ada suara apapun. Soalnya, kan bunyi keran air aja kedengaran. Jika eksekusi di sini, pasti kan ada teriakan, ya (korban, Red). Pasti ada perlawanannya," katanya saat ditemui di kosnya Senin (17/7) seperti dikutip Radar Jogja (Jawa Pos Group).

Namun, dia mengaku itu hanya sebatas pendapatnya. Tentunya, Reno tidak mengetahui secara pasti lokasi eksekusinya. Terlebih, polisimasih melakukan pendalaman.

Menurutnya, seandainya memang dieksekusi Waliyin di kos maka nanti akan ada reka adegan ulang. Umumnya, reka ulang adegan itu dilakukan tepat di lokasi sesuai dengan aksi pelaku.

Dia mengaku baru mengetahui namanya Waliyin setelah terungkap kasusnya. Selama ini, dia hanya sebatas bertegur sapa dengan pria asal Magelang itu. Hal itu karena kesibukannya bekerja. Selain itu, jarang bertemu dengan Waliyin.

Sekalinya bertemu pun hanya sebentar. Sebatas bertegur sapa setelah itu masuk kosnya lagi. Reno menuturkan jika selama kos di sampingnya, Waliyin tidak pernah membawa teman berjenis kelamin perempuan.

Sebaliknya, malah pernah melihat teman laki-laki main ke kosnya. Namun, dia juga tidak mengenal teman laki-laki tersebut. "Sering. Sering (menginap, Red) teman cowok. Tetangga ya biasa-biasa aja, kan tidak ada unsur kecurigaan yang lain enggak," tambahnya.

Menurutnya, karena teman yang diajaknya seorang laki-laki sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di tetangga sekitar. Kecuali, jika yang diajak ke kosnya adalah lawan jenis, baru mengundang perhatian warga sekitar.

Meski begitu, Reno tidak tahu rutinitas Waliyin mengajak teman laki-lakinya. Namun yang pasti, beberapa kali pernah mengetahui Waliyin mengajak teman laki-lami main ke kosnya.

Selain itu, dia juga tidak bisa memastikan apakah korban pernah diajak Waliyin ke kosnya atau tidak. Hal itu karena Reno melihatnya kala malam hari sehingga tidak begitu jelas.

Reno tidak mengetahui aktivitas Waliyin meski kamarnya berdampinyan dengan kamarnya di kos-kodan. Penyebabnya, pintu kos Waliyin terus dalam keadaan tertutup.

Dia tidak menyangka jika pada akhirnya Waliyin ditangkap polisi. Sepengetahuannya, selama ini baik-baik saja meski jarang bertemu. Di kos itu Waliyin hanya menempatinya sendiri. "Duduk-duduk di sini (depan kos, Red) enggak pernah," ucap Reno.

Padahal depan kosnya persis ada tempat duduk yang disandarkan pada pohon ceri. Sehingga bisa dijadikan tempat sejenak untuk bersantai setelah lelah bekerja.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore