Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juli 2023 | 01.42 WIB

Pelantikan Budi Arie Sebagai Menkominfo, Pengamat Nilai Ada Pesan Lain dari Presiden

Budi Arie Setiadi dilantik sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). - Image

Budi Arie Setiadi dilantik sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

JawaPos.com–Presiden Joko Widodo baru saja melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Budi menggantikan politikus Partai Nasdem Johny G. Plate, yang kini sedang menghadapi masalah atas kasus dugaan korupsi proyek BTS (base transceiver station).

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam mengatakan, pelantikan itu bukan semata-mata karena pejabat sebelumnya bermasalah. Ada alasan lain yang bisa dibaca.

”Ini adalah reaksi Pak Jokowi atas sindiran Pak Surya Paloh (Ketua Umum Nasdem) yang menyebut revolusi mental yang dicanangkan Pak Jokowi belum menjadi kenyataan,” kata Surokim, saat diwawancarai, Senin (17/7).

Surokim menyatakan, pengangkatan kabinet memang hak prerogatif presiden. Kapan dan siapa saja. Namun semua paham bahwa selalu ada konteks politik yang selalu dinamis dan tidak berada di ruang hampa atau ada selalu konteks yang menyertai.

”Bisa jadi kemungkinan besar pelantikan menkominfo itu merupakan reaksi Presiden Jokowi atas sindiran dari Pak Surya Paloh dan Partai Nasdem. Jadi sindiran Pak Surya Paloh dan Nasdem itu juga bisa menjadi penguat,” ungkap Surokim Abdussalam.

Dengan munculnya sindiran Surya Paloh terhadap Jokowi, lanjut Surokim, akan semakin membuat jarak antara Partai Nasdem, Surya Paloh, dan Jokowi, semakin terus menjauh. Kian lantang Surya Paloh dan Partai Nasdem menyerang Jokowi, akan semakin kontraproduktif.

”Pak Surya Paloh sah-sah saja mengkritik dan bisa mencari pembelaan atas sikap yang tak lagi sejalan dengan Pak Jokowi untuk positioning partai. Namun sejauh ini tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pak Jokowi trennya masih positif,” papar Surokim Abdussalam.

Hal itu, kata Surokim, problematik bagi Partai Nasdem. Seolah dalam posisi maju kena mundur kena. Apalagi posisi Partai Nasdem juga masih dalam barisan partai pengusung pemerintahan Pak Jokowi saat ini.

”Saya pikir sindiran-sindiran yang disampaikan akan potensial bisa bermakna lain jika Pak Surya Paloh dan Partai Nasdem tidak berhati-hati. Menurut saya, sindiran Pak Surya Paloh saat acara Apel Siaga Perubahan Nasdem di Gelora Bung Karno sangat mengusik Istana,” ucap Surokim Abdussalam.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore