
Ferma Rosita Sari
JawaPos.com – Bergelut di dunia memasak tidak menyurutkan Ferma Rosita Sari untuk menekuni motor gede (moge). Perempuan 42 tahun itu selalu menyempatkan waktu untuk touring keliling kota. Hampir seluruh wilayah di Jatim telah ditaklukkannya. Perempuan yang berprofesi koki tersebut telah menjelajah sampai Lombok, Bali, dan Jogjakarta.
Perempuan yang karib disapa Rosi itu menyatakan memiliki ketertarikan terhadap moge sejak 2009. Setiap kali melihat moge melintas, hatinya selalu terpikat. Pada 2011, dia akhirnya mulai mengendarai Yamaha Bison. ”Waktu saya coba, kok nyaman ya naik motor kopling,” katanya.
Kemudian, Rosi mulai menaikkan kapasitas motornya dengan menunggangi Kawasaki 250 cc hingga sekarang. ”Saya menyesuaikan dengan postur tubuh,” katanya.
Meski sang suami, Agung Kusuma, tidak memiliki hobi yang sama, dia mendapat dukungan tinggi. Termasuk dari dua anaknya. ”Saya membeli moge ini juga didukung suami. Suami sih lebih memilih naik mobil daripada moge,” ujarnya.
Rosi mengungkapkan, hobi moge memang panggilan jiwa. Tidak bisa dipaksakan begitu saja. Sebab, mengendarainya membutuhkan keahlian dan kekuatan fisik. Apalagi, selama perjalanan harus mengendarai sendirian. Hujan dan panas harus dilewatinya. ”Kadang kan perempuan enggak mau repot-repot terkena panas. Mending naik mobil saja, ada AC-nya,” katanya.
Untuk mendukung hobi tersebut, Rosi bergabung dengan komunitas moge. Dari komunitas itu, dia menemukan jati diri sebagai perempuan penghobi moge. ”Saya suka touring bareng dengan klub motor,” ujarnya.
Rosi menyatakan sangat suka traveling. Karena itu, dia juga menyukai touring keliling dengan moge. Selain seru dan menantang, ibu dua anak tersebut bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. ”Kalau naik mobil, kurang ada seninya,” katanya.
Tahun ini Rosi telah menyiapkan rencana mengendarai moge bersama komunitasnya. Mei ke Sumbawa serta ke nol kilometer Sabang pada akhir tahun. ”Yang ke Sabang masih kami bahas dulu lebih detail,” tuturnya.
Rosi menyebutkan, biasanya perempuan yang menginjak usia 42 tahun lebih memilih duduk manis di rumah mengurus keluarga. Namun, dia justru memilih tetap menekuni hobinya. Sebab, berkendara dengan moge menjadi salah satu penghilang stres. ”Kalau saya capek bekerja, larinya ya ke moge. Tetapi, tetap ada waktu bersama untuk anak dan suami,” ucapnya. (ayu/c6/dio/sep/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
