Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Juli 2017 | 01.05 WIB

Billy si Bos Beras Cipinang Sebut Amran Menteri Gila, Tapi....

Bos beras pasar induk Cipinang, Billy Heryanto - Image

Bos beras pasar induk Cipinang, Billy Heryanto

JawaPos.com - Bos beras pasar Induk Cipinang, Billy Haryanto mengapresiasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang berhasil membongkar dugaan praktik curang oleh PT Indo Beras Unggul (IBU) melalui penggerebekan di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/7) dini hari.



"Terima kasih dan salut untuk Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang dengan sangat berani melakukan penggrebekan gudang beras PT IBU, Gila ini menteri. Hebat," ujar Billy yang dikabarkan kenal dekat dengan kalangan politisi PDIP itu, Senin (24/7).



Sebagaimana dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi JawaPos.com, Billy menganggap PT IBU yang merupakan anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Food, telah merusak harga dengan memborong gabah melalui tengkulak di lapangan. 



Sebab, kata Pria yang dikabarkan dekat dengan pejabat Bulog itu, PT IBU membeli gabah Rp4.900 per kilogram atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 3.700/kg.



"Harga pembelian dari PT IBU tersebut biasanya tempo pembayaran satu bulan ke petaninya," ungkap Billy yang namanya terkenal di pasar Induk itu.



Billy juga menegaskan, ulah PT IBU yang diduga mengoplos beras medium menjadi premium, bisa mengganggu pasokan penggilingan beras skala kecil dan menengah. 



Sementara itu, menurut Ketua Asosiasi Pedagang dan Pelaku Usaha Pasar Beras Induk Cipinang (PBIC), Nelis Soe Kedi kasus penggerebekan tersebut tidak mengganggu pasokan beras ke pasar induk yang tiap harinya mencapai 2.500 hingga 3.000 ton. Kapasitas gudang pasar juga masih stabil di angka 40.000 ton. 



"Kalaupun ada yang berkurang, hanya pasokan kualitas premium, karena harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah belum mengaturnya," jelasnya. 



Adapun harga beras yang dijual pedagang tiap harinya sekitar Rp8.000-Rp9.000 per kilogram untuk kualitas medium, premium Rp10.000-Rp12.500 per kilogram dan premium khusus kisaran Rp13.000-Rp15.000 per kilogram. 



Untuk itu, Nelis meminta pemerintah menetapkan HET beras berdasarkan klasifikasi dan kualitasnya demi keleluasaan pedagang. 




"Mohon ditinjau HET-nya, terutama untuk beras premium dan khusus," jelasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore