Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Februari 2017 | 17.59 WIB

Mengunjungi Wahana Kolam Renang Desa, Bermain Air dan Belajar Cocok Tanam

DIGEMARI ANAK-ANAK: Murid-murid dari PG-TK Khazanah Ilmu, Wage, Taman, bermain di kolam renang Jalasari yang terletak di Desa Kebaron, Tulangan, Selasa (14/2). - Image

DIGEMARI ANAK-ANAK: Murid-murid dari PG-TK Khazanah Ilmu, Wage, Taman, bermain di kolam renang Jalasari yang terletak di Desa Kebaron, Tulangan, Selasa (14/2).

Saat rekreasi bukan hanya kehangatan bersama keluarga atau teman yang didambakan. Sarana yang fun sekaligus edukatif menjadi jujukan utama. Kolam renang yang berlokasi di kawasan pedesaan bakal lebih ciamik dikunjungi karena memiliki beberapa keunggulan.

SALAH satu lokasi yang ramai pengunjung adalah Wahana Kolam Renang Jalasari. Kolam tersebut berlokasi di Desa Kebaron, Tulangan. Hanya sekitar 300 meter dari balai desa. Tetengernya adalah gapura besar yang bertulis ”Selamat datang di kawasan Kolam Renang dan Outbond Jalasari”. Selain itu, di halaman kolam renang, ada stupa yang menyerupai candi. Stupa unik dengan kubah layaknya masjid di bagian atas itu dibubuhi relief berupa huruf aksara Jawa.

Kolam renang yang beroperasi sejak 2003 tersebut merupakan milik Ponari. Awalnya, warga asli Desa Kebaron tersebut menyewa tanah untuk usaha rekreasi kolam renang. Luasnya sekitar 4 hektare. ”Dulu ya nggak keramik. Kolamnya cuma semen, tapi sudah seluas ini,” ujar Ponari saat ditemui di kawasan Kolam Renang Jalasari pada Selasa (14/2).

Total ada empat kolam di kawasan wahana tersebut. Yakni, tiga kolam anak dan satu kolam dewasa. Belum banyak wahana bermain di kolam itu. Hanya ada beberapa air mancur dan tepian kolam yang menjadi favorit anak-anak untuk berlama-lama. Namun, areal luar kolam renang memiliki banyak pilihan hiburan. Mulai taman naik kuda, kolam belajar menangkap ikan, serta arena outbound di kebun sayur dan buah.

Kawasan outbound yang disediakan di Jalasari menjadi daya tarik yang unik dari wahana air milik Ponari. Banyak sekolah yang berkunjung ke Jalasari untuk mengikuti satu paket kunjungan. Yakni, berenang plus outbound. Kegiatan itupun tak sembarangan. Bukan hanya flying fox dan berbagai permainan luar ruangan. Agenda wajib saat outbound di Jalasari adalah belajar bercocok tanam hingga ikut memanen.

”Jadi, kami selalu siapkan kebun yang buah atau sayurnya bisa dipetik. Paling sering ya pepaya dan tomat,” ucap Ponari yang saat itu baru rampung memimpin outbound.

Sembari melepas capil yang dikenakan, Ponari menceritakan bahwa dirinya lahir dari keluarga petani. Bapak tiga anak itu miris melihat generasi petani yang makin hilang. Saat kolam renang mulai stabil dan sudah dibeli pada 2006, dia berpikir menyediakan outbound untuk belajar bertani. Kegiatan tersebut mulai berjalan pada 2013. Ponari pun menggandeng pihak pemerintah desa untuk mengembangkan kawasan wisata di Desa Kebaron. Tanah kas desa (TKD) yang ditanami pepaya merupakan salah satu ladang yang bisa dimanfaatkan untuk lokasi outbound.

Dalam sehari, minimal 100 pengunjung datang ke Kolam Renang dan Outbond Jalasari. Saat akhir pekan, jumlah pengunjung bisa dua hingga tiga kali lipat. ”Kalau satu sekolah sudah seratus peserta, ya saya batasi untuk sekolah itu. Demi keamanan,” tegas pria 52 tahun tersebut.

Dengan Rp 50 ribu untuk satu paket kunjungan, wisata ke Jalasari terhitung sangat terjangkau. Pantas saja, langganan sekolah dan pengunjung bukan hanya dari Sidoarjo. Mereka juga datang dari Pasuruan, Gresik, Surabaya, Madura, hingga Mojokerto. (via/c21/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore