
Ilustrasi : ISIS
JawaPos.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, untuk memberantas radikalisme, satu-satunya cara adalah dengan pengubahan cara berfikir. Bukan dengan kekerasan.
Karena menurutnya, radikalisme itu muncul gara-gara ada orang yang meyakini mudah untuk mendapatkan jalan menuju surga. Selain itu radikal juga meyakini dirinya yang paling benar dibandingkan dengan yang lain.
”Tidak mungkin radikalisme itu dihentikan dengan kekerasan. Dia akan selalu lebih keras bila dilawan dengan kekerasan,” ujar JK usai menyaksikan deklarasi anti radikalisme di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/7).
Deklarasi tersebut dilakukan oleh perwakilan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta se Sumatera Barat, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Riau, dan Propinsi Jambi.
Mereka menyatakan perang terhadap radikalisme, terorisme, peradaran obat terlarang, dan narkotika. Setelah membaca deklarasi dihadapan Wapres, mereka menandatangani deklarasi tersebut.
JK mengungkapkan peran kampus sangat penting untuk menangkal paham radikal. Karena, radikalisme muncul dari pola pikir yang keliru.
“Contoh yang paling keras lewat tindakan yaitu bom bunuh diri, karena itu dianggap masuk surga dengan cepat. Boba dia ingin cari uang, pasti tidak ingin bunuh diri,” kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Negeri Padang Prof Ganefri menuturkan, deklarasi itu bentuk dukungan dari orang Minang terhadap Indonesia yang sedang perang terhadap radikalisme dan terorisme.
Dia menyebutkan deklarasi itu salah satunya terinspirasi dari buku JK yang berjudul Adil itu Damai. ”Ini sangat menyentuh perasaan kami,” kata dia. (jun/jpk)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
