Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2017 | 17.38 WIB

Rencana Inggris Gelar Deklarasi Balfour BKSAP: Indonesia Harus Protes

Remaja Palestina memberikan perlawanan pada pendudukan zionis Israel. - Image

Remaja Palestina memberikan perlawanan pada pendudukan zionis Israel.

JawaPos.com - Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) DPR, Rofi Munawar, menyesalkan sikap pemerintah Inggris yang berencana menggelar perayaan 100 tahun Deklarasi Balfour.


Dia mengatakan, Deklarasi Belfour sejatinya merupakan pintu bencana yang paling besar dalam sejarah umat manusia karena telah membuka penderitaan berkepanjangan bagi warga Palestina hingga satu abad lamanya. "Mereka tertindas, terbunuh, dan terusir dari tanah airnya sendiri," kata Rofi Munawar dalam pesan singkatnya kepada JawaPos.com, Kamis (2/11).


Legislator asal Jawa Timur itu pun meminta pemerintah Indonesia melayangkan nota keberatan terhadap rencana perayaan tersebut kepada pemerintah Inggris. Sebab, jika perayaan itu jadi dilakukan, sesungguhnya telah melanggar prinsip kemanusiaan dan kehilangan empati terhadap penderitaan Palestina selama ini.


Alih-alih meminta maaf atas kebijakan buruk yang telah dilakukan di masa lalu itu, tambah ironis kata Rofi, ketika pemerintah Inggris merayakan satu abad tersebut bersama pemimpin Benjamin Netanyahu dalam sebuah pesta yang cukup meriah. "Sungguh sangat di luar akal, nalar sehat, dan jauh dari menjungjung nilai-nilai kemanusiaan," sesalnya.


Selain itu, dirinya juga mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris Borish Johnson yang merasa berbangga hati karena Inggris telah ikut serta membentuk negara Zionis Israel.


Dalam kesempatan itu juga, Rofi mengingatkan komunitas internasional pada umumnya dan negara-negara berpenduduk muslim khususnya bahwa penjajahan yang dilakukan oleh Israel sejak Deklarasi Balfour telah menelan jutaan korban jiwa warga Palestina.


Malah, tidak terhitung kerugian material yang diderita dan warga Palestina terenggut kebebasannya karena masih terkungkung dalam tembok pemisah dan sesak di dalam penjara.


Atas dasar itu menurut dia, sudah sepantasnya perjuangan kemerdekaan dan kedaulatan atas Palestina wajib segera diwujudkan.


"Sudah sepantasnya kita malu karena hingga hari ini Palestina masih belum bisa bernapas secara leluasa di negerinya sendiri. Satu abad ini menjadi bukti bahwa sebagian besar negara Islam masih tidak berdaya melepaskan Palestina dari cengkraman Israel," paparnya.


Rofi yang juga sebagai anggota Eksekutif Parliamentarians for Al-Quds yang berkedudukan di Istanbul itu meminta Organisasi Konferensi Islam (OKI) harus lebih serius dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional, baik secara diplomatik maupun mekanisme lainnya.


Sebagai informasi, sejumlah langkah kontroversial terus dilakukan oleh Israel jelang satu abad Deklarasi Belfour. Di antaranya belum lama ini, pemerintah Israel berencana meluncurkan rancangan undang-undang (RUU) Yerusalem Raya.


Selepas itu, serangan Israel ke sebuah terowongan di selatan kota Jalur Gaza pada Senin, 30 Oktober 2017 yang telah mengakibatkan sedikitnya tujuh orang tewas dan sembilan lainnya cedera.


Sebagaimana tercatat dalam sejarah, Deklarasi Balfour sendiri merupakan sebuah surat yang diterbitkan pada tahun 1917 oleh Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour yang juga sebagai pemimpin komunitas Yahudi Inggris waktu itu.


Pada tanggal 2 November 1917, Balfour mengirimkan sebuah surat kepada Walter Rothschild, anak kedua dari Baron Rothschild. Dalam surat tersebut, Balfour menyatakan pemerintah Inggris secara resmi mendukung gagasan untuk menciptakan sebuah negara Yahudi di wilayah Palestina.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore