Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 April 2022 | 18.54 WIB

Menko PMK Sebut Pemecatan Terawan dari Anggota IDI Berlebihan

Menko PMK Muhadjir Effendy dalam konferensi pers Melindungi Indonesia dengan Rapid Test Buatan Anak Negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan kualita - Image

Menko PMK Muhadjir Effendy dalam konferensi pers Melindungi Indonesia dengan Rapid Test Buatan Anak Negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan kualita

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menanggapi pemecatan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pemecatan Terawan berdasarkan rekomendasi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI.

Muhadjir menilai rekomendasi pemberhentian tersebut berlebihan. Sebab, persoalan tersebut semestinya bisa diselesaikan melalui rembukan baik-baik. Dia mengakui sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pasca pemecatan Terawan.

"Pak Menkes (Budi Gunadi Sadikin, Red) sudah berbicara dengan saya mengenai langkah yang akan dilakukan. Nanti akan kita tindak lanjuti," kata Muhadjir dalam keteranganya, Jumat (1/4).

Muhadjir juga mengatakan sudah bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI yang baru dikukuhkan, Adib Khumaidi.

"Jadi, dua-duanya ini (IDI dan dr Terawan, Red) tujuannya sama-sama baik. IDI punya tanggung jawab menegakkan kode etik profesi, Pak Terawan memiliki panggilan jiwa yang untuk melakukan terobosan dan inovasi," tutur Muhadjir.

Namun, menurutnya pertemuan antara dua pihak itu tidak intens. Kondisi itu yang membuat masalah berkepanjangan. Muhadjir menyebut, berdasar penjelasan yang didapat, IDI prinsipnya terbuka dan berusaha mencari titik temu terkait dugaan pelanggaran kode etik oleh Terawan.

Dia berharap, IDI tetap bisa menegakkan disiplin bagi anggotanya. Namun, juga bisa memberikan peluang inovasi dan terobosan yang digagas dan diinisiasi oleh anggotanya. Kata dia, jika tak ada perkembangan ilmu praktik kedokteran di Tanah Air maka berimbas terhadap ketertinggalan.

"Terobosan dan inovasi itu kan sangat penting, sehingga ilmu kedokteran Indonesia tidak mandek. Kalau tidak ada yang melakukan terobosan inovasi kita khawatir program percepatan transformasi di bidang kesehatan akan mandek," jelas Muhadjir.

Dalam polemik pemecatan Terawan, MKEK belum lama ini merekomendasikan pemberhentian terhadap mantan Menkes tersebut. Pengumuman pemecatan Terawan itu dilakukan saat Muktamar IDI ke-31 di Banda Aceh pada Jumat (25/3).

Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi minta semua pihak menerima dan menghormati keputusan pemecatan Terawan. Dia menegaskan, pemecatan terhadap Terawan berdasarkan proses yang panjang.

"Proses panjang tadi adalah proses yang dilakukan MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) yang kemudian diberikan amanah di muktamar. Kemudian, diserahkan ke PB IDI baru. Dan, ini jadi tanggung jawab yang harus saya lakukan dalam putusan muktamar," kata Adib dalam keterangan daring, Kamis (31/3).

Adib menambahkan, langkah pemecatan tersebut yaitu semata-mata agar setiap dokter bisa menjaga etik. Menurutnya, dalam organisasi IDI yang bertugas secara otonom adalah MKEK. "Jadi, kita semua untuk kemudian bersama-sama menjaga etik dan menjalankan keputusan MKEK," pungkas Adib.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore