Ilustrasi serangan Israel dan Amerika ke Iran. (Platform X)
JawaPos.com-Serangan militer gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu ledakan di sejumlah titik di Teheran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Rentetan rudal menghantam beberapa kawasan strategis ibu kota, memperburuk ketegangan yang selama ini membayangi kawasan Timur Tengah.
Media Iran melaporkan, beberapa proyektil menghantam University Street dan kawasan Jomhouri di pusat Teheran. Asap tebal terlihat membumbung di sejumlah lokasi.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di wilayah Seyyed Khandan, Teheran utara, serta di Provinsi Ilam di bagian barat negara itu.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan operasi militer tersebut bertujuan menghilangkan ancaman yang disebutnya sebagai 'ancaman langsung dari rezim Iran'.
“Beberapa waktu lalu, militer AS memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan mengeliminasi ancaman dari rezim Iran,” kata Trump dalam pernyataan resmi.
Senada dengan itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim serangan rudal dilakukan untuk 'menghapus ancaman terhadap Negara Israel'.
Operasi Gabungan Udara dan Laut
Seorang pejabat AS menyebut operasi ini merupakan aksi militer gabungan antara Washington dan Tel Aviv. Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir, di tengah upaya diplomatik menekan Iran terkait program nuklirnya.
Menurut sumber yang dikutip Reuters, serangan dilakukan melalui jalur udara dan laut. Salah satu target di Teheran disebut berada tak jauh dari kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Namun, pejabat Iran menyatakan Khamenei tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman.
Di lapangan, situasi dilaporkan mencekam. Jaringan komunikasi seluler di beberapa wilayah ibu kota terganggu. Warga kesulitan melakukan panggilan telepon, sementara aktivitas publik menurun drastis.
Iran Siapkan Balasan
Pemerintah Iran merespons keras serangan tersebut. Seorang pejabat Iran mengatakan Teheran tengah menyiapkan langkah balasan yang disebut akan 'menghancurkan'.
Ancaman ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik terbuka di kawasan yang selama ini sudah rapuh akibat rivalitas geopolitik, isu nuklir, dan konflik proksi.
Di Israel, sirene peringatan berbunyi di sejumlah kota dan pemerintah menetapkan status darurat. Militer Israel mengeluarkan peringatan proaktif kepada publik untuk bersiap menghadapi kemungkinan serangan rudal balasan dari Iran.
Otoritas Bandara Israel menutup wilayah udara untuk seluruh penerbangan sipil dan mengimbau masyarakat tidak mendatangi bandara hingga situasi dinyatakan aman.
Langkah antisipasi juga diambil sejumlah negara lain di kawasan.
Kedutaan Besar AS di Qatar menerapkan kebijakan 'shelter in place' bagi seluruh personelnya dan menyarankan warga negara Amerika melakukan hal serupa. Pemerintah Irak turut menutup wilayah udara nasionalnya sebagai langkah pencegahan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
