
Film Sunda Emperor gunakan dialog bahasa Sunda. (Istimewa)
JawaPos.com–Film Sunda Emperor akan menjadi warna baru bagi industri perfilman Tanah Air di tahun ini. Proyek arahan penulis sekaligus sutradara Anglin Sagaran itu menyuguhkan cerita dengan pendekatan yang berbeda dari film-film daerah pada umumnya.
Mengawinkan unsur drama, komedi, dan petualangan, dalam balutan budaya Sunda yang kental juga otentik. Kendati demikian, Anglin juga memadukan sejumlah elemen yang relevan dengan masa kini.
Film Sunda Emperor mengangkat kisah tiga sahabat dalam proses mencari jati diri dan sejarah. Menggunakan full dialog bahasa Sunda, film tersebut menghadirkan narasi yang ringan. Namun, tetap sarat makna.
”Film ini bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang bagaimana identitas dan nilai budaya Sunda bisa hidup di masa kini,” kata Anglin yang juga bertindak sebagai produser lewat keterangan tertulisnya kepada Jawa Pos.
Laura Moane didapuk sebagai pemeran utama dalam film Sunda Emperor tersebut. Dia menceritakan kesulitan memerankan sosok Neng Eti. Bukan cuma dari sisi pendalaman karakter, namun juga tuntutan berinteraksi dengan bahasa Sunda.
”Ini jadi tantangan tersendiri buat aku. Dari awal proses reading sampai syuting banyak belajar,” ucap Laura.
Dia mendapat bimbingan khusus dari pelatih akting selama proses praduksi dari pelatih akting maupun sutradara secara langsung. Hal itu dilakukan demi menjaga konsistensi Laura melafalkan dialog berbahasa Sunda.
”Mulai dari pelafalan hingga cara bertutur kata agar terdengar natural saat mengucapkan bahasa Sunda,” tutur aktris berusia 19 tahun itu.
Anglin menyampaikan, film Sunda Emperor merupakan salah satu bukti bahwa pelestarian budaya bisa lewat medium apapun. ”Kami ingin membuktikan bahwa cerita daerah memiliki kekuatan besar untuk tampil di layar lebar secara modern tanpa kehilangan akar budaya,” ucap Anglin.
Film Sunda Emperor mengisahkan tentang Miheng (Bilal Fadh), pemuda Sunda yang hidup pas-pasan. Dia memulai perjalanan untuk membuktikan kabar bahwa dirinya adalah keturunan Raja Sunda.
Ditemani dua sahabatnya, Ohim (Maghara Adipura) dan Ece (Vansa Be), serta kehadiran tak terduga Eti (Laura Moane). Pencarian tersebut berubah menjadi petualangan penuh konflik ketika mereka berhadapan dengan ancaman Iwan Gesrek (Itings Meledax) dan Boss Pepey (Yujeng Hensem).
Lebih dari sekadar soal asal-usul, perjalanan ini menjadi pertaruhan nasib, persahabatan, dan keberanian mereka dalam menentukan pilihan hidup. Film Sunda Emperor direncanakan tayang di bioskop pada 2026.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
