Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 17.17 WIB

Film Cyberbullying: Kisahkan Remaja SMP yang Hancur oleh Perundungan Digital dan Berusaha untuk Bangkit Kembali

Poster resmi film Cyberbullying. (Dok.cinema21) - Image

Poster resmi film Cyberbullying. (Dok.cinema21)

JawaPos.com - Industri film Indonesia kembali menghadirkan karya terbaru berjudul Cyberbullying, sebuah film drama keluarga yang diproduksi oleh DL Entertainment. Film ini menyoroti isu penting mengenai dampak perundungan di dunia maya terhadap kehidupan remaja, yang kini semakin banyak terjadi di tengah masyarakat.

Dilansir dari Cinema 21, film ini digarap oleh Liani Kawati dan Suherman Suhari sebagai produser, dengan Rusmin Nuryadin berperan sebagai sutradara sekaligus penulis cerita. Kehadiran Rusmin di balik layar diharapkan mampu menghadirkan alur yang tidak hanya emosional tetapi juga dekat dengan realitas sosial saat ini.

Beberapa aktor dan aktris ikut terlibat, seperti Amanda Putri Revina, Roy Marten, Mohammad Rannan, Tristan Azizulzillan, Cahya Arynagara, Arlita Reggiana, Andi Putri Najwah, Adi Surya, hingga Mellonk. Kehadiran para pemain ini memperkaya jalan cerita dengan karakter-karakter yang beragam dan kuat.

Film ini berfokus pada Neira Kanjera (diperankan Amanda Putri Revina), siswi SMP yang pintar, berprestasi, aktif di media sosial, dan disukai banyak teman. Kehidupannya yang tampak sempurna berubah drastis setelah sebuah video tersebar di internet, menuduh dirinya melakukan hal yang tidak pantas.

Video tersebut membuat Neira menjadi sasaran hujatan warganet dan cyberbullying, hingga akhirnya ia mengalami tekanan psikologis. Ia mulai kehilangan semangat, menarik diri, dan terjebak dalam perasaan terpuruk. Kisah ini menampilkan bagaimana seorang remaja bisa sangat rentan terhadap dampak negatif media sosial.

Untuk menolong Neira keluar dari krisis tersebut, ia dipindahkan ke rumah Kakek Mansyur (Roy Marten) di pinggiran kota. Di lingkungan baru yang sederhana, Neira belajar hidup jauh dari hiruk pikuk dunia maya dan menemukan arti kebersamaan yang sebenarnya.

Dengan bimbingan Tante Rani (Arlita Reggiana) dan dukungan dari teman-teman barunya, Neira perlahan bangkit kembali. Ia mulai terlibat dalam kegiatan positif, seperti bergotong royong, belajar lebih mandiri, hingga mendirikan taman baca dan klub Spelling Bee untuk anak-anak sekitar.

Melalui pengalaman itu, Neira kembali menemukan rasa percaya diri dan semangat untuk mengejar mimpinya. Namun, perjalanannya kembali diuji ketika video lama yang pernah menghancurkan hidupnya kembali tersebar.

Film Cyberbullying tidak hanya mengangkat kisah pribadi seorang remaja, tetapi juga menyinggung persoalan sosial yang lebih luas. Cerita ini mengingatkan masyarakat tentang bahaya nyata dari perundungan digital yang kerap dianggap sepele.

Selain menghadirkan konflik emosional, film ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam membantu pemulihan korban perundungan. Dukungan, kepedulian, serta kebersamaan menjadi nilai utama yang ingin ditonjolkan.

Penampilan Amanda Putri Revina sebagai pemeran utama menjadi sorotan penting dalam film ini. Aktingnya berpadu dengan Roy Marten dan pemain lain, sehingga menciptakan kedalaman emosi yang memperkuat jalan cerita.

Film Cyberbullying bukan hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga sebagai pelajaran. Film ini menyampaikan pesan bahwa luka akibat perundungan bisa menjadi titik awal untuk bangkit, sekaligus mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore