Poster seri drama televisi Hannibal (2013-2015) (Dok. IMDb)
JawaPos.com - Semua orang pasti memiliki setidaknya satu hobi atau kegiatan yang mereka minati untuk melepas penat. Ada yang suka menonton film, mendengarkan musik, membaca buku, atau memasak. Dari hobi-hobi itu, banyak orang memiliki tema atau fokus favorit.
Contohnya, dalam hobi memasak, ada yang suka memasak daging sapi, daging ayam, ikan, vegetarian, atau bahkan daging hewan eksotis. Sama halnya seperti manusia, ada sebuah aksi di mana sejenis makhluk mengonsumsi daging dari jenisnya sendiri, yang dikenal sebagai kanibalisme. Contoh paling ekstremnya adalah manusia mengonsumsi daging manusia.
Dilansir dari Medical News Today, kanibalisme dapat ditemukan pada banyak spesies dan dalam sejarah beberapa budaya manusia. Hal ini biasanya dilakukan karena dampak dari kondisi lingkungan dan sebagai usaha untuk bertahan hidup. Contohnya terjadi di Korea Utara pada tahun 2013 karena paceklik.
Namun, ada pula orang-orang yang dengan senang hati menyantap daging manusia sebagai hobi. Karakter terkenal yang menggambarkan hal ini adalah Dr. Hannibal Lecter.
Terinspirasi dari novel karya Thomas Harris, "Red Dragon" (1981), lahirlah beberapa film dan sebuah seri drama televisi yang berfokus pada karakter Dr. Hannibal Lecter. Kali ini, kita akan membahas seri drama televisinya yang juga menjadi kisah perjalanan Hannibal menjadi karakter yang kita kenal sekarang.
Sebelum itu, kita juga harus berkenalan dengan Will Graham (Hugh Dancy). Ia adalah seorang detektif dan profiler andal yang bekerja untuk FBI, sekaligus seorang guru di akademi tersebut.
Will memiliki sebuah kemampuan yang membantunya menangkap para penjahat. Ia dapat memvisualisasikan proses pembunuhan atau penyiksaan oleh pelaku. Namun, bakatnya ini menjadi beban yang sangat berat bagi kesehatan mentalnya.
Karena itu, Jack Crawford (Laurence Fishburne), Kepala Divisi Ilmu Perilaku FBI, menyuruhnya untuk melakukan terapi dan konsultasi rutin dengan psikiater rekomendasinya.
Dari sinilah muncul Hannibal Lecter (Mads Mikkelsen), seorang psikiater forensik dengan latar belakang dokter bedah dan seorang gourmand. Ia memiliki minat yang sangat dalam terhadap dunia kuliner dan hobi memasak.
Namun, ia juga seorang pembunuh berantai yang memburu manusia untuk memanen dan menyantap daging mereka. FBI menjulukinya "Chesapeake Ripper" tanpa mengetahui bahwa ia adalah pembunuh berantai tersebut.
Hannibal berhasil membangun hubungan yang sangat baik dengan Jack dan Will sembari menyembunyikan identitasnya. Will menyadari bahwa Chesapeake Ripper ini memiliki kebiasaan mengambil organ atau daging tersehat dari korban-korbannya untuk dikonsumsi.
Hannibal pun menjadi sangat tertarik terhadap Will setelah mengetahui bakat uniknya. Ia mulai melakukan banyak percobaan terhadap kondisi Will, di saat yang sama mengacaukan proses penyelidikan kasus-kasusnya.
Hingga pada akhirnya Will menyadari bahwa dirinya dipermainkan oleh Hannibal, tapi ia sudah terlambat. Bahkan teman-teman terdekatnya ikut menjadi korban.
Melalui seri ini, kita dapat membayangkan seperti apa jalan pikir seorang psikopat bermisi yang dapat memanipulasi korban-korbannya untuk mencapai apa yang ia inginkan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
