Lagu Bunga Terakhir kembali dihidupkan dengan nuansa baru yang lebih dalam oleh Iwan Fals dan Isyana Sarasvati. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com - Lagu Bunga Terakhir kembali dihidupkan dengan nuansa baru yang lebih dalam oleh Iwan Fals dan Isyana Sarasvati. Lagu tersebut dijadikan original soundtrack film animasi Panji Tengkorak karya sutradara Daryl Wilson. Iwan menuturkan menyanyikan ulang lagu tersebut tidak mudah baginya.
Sebab, lagu Bunga Terakhir punya makna personal bagi pemilik nama asli Virgiawan Liestanto. Mengingatkan Iwan pada momen kepergian orang-orang tersayangnya. Terutama ketika dirinya kehilangan sang anak, Galang Rambu Anarki pada tahun 1997.
“Lagu ini agak provate buat saya. Anak saya, kakak saya, ayah saya meninggal, tapi kebetulan (momen duka, Red) udah selesai pas lagu ini tren,” kata Iwan saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan baru-baru ini. Luka itu yang membuat Iwan ogah mendengarkan lagu Bunga Terakhir.
Bahkan, saat menyanyikan ulang dia masih merasa emosional. “Saya sempat nggak pernah mau dengar lagu ini. Jadi, ya dikuat-kuatin. Alhamdulillah bisa nyanyi,” kenang musisi berusia 63 tahun tersebut. Di sisi lain, Bunga Terakhir juga merupakan lagu kesukaan ibunya.
Hal itu juga yang membuat Iwan tidak bisa menolak tawaran dari rumah produksi Falcon Pictures itu. Proses produksi alias latihan yang dilakukan Iwan dan Isyana memakan waktu lama. Mereka butuh puluhan kali untuk workshop sebelum menjalani proses rekaman.
“Kalau latihan Om Iwan selalu penginnya 10 kali,” ucap Isyana. Tak menampik, Iwan membenarkan ucapan pelantun lagu My Mystery itu. “10 dikali tiga (pertemuan, Red) emang, tapi tenggorokan saya serak jadinya,” jelas Iwan.
Sebab, baginya yang terpenting ketika menyanyikan sebuah lagu bukan cuma soal teknik vocal. Melainkan penghayatan dirinya terhadap lagu tersebut. “Karena buat saya kualitas suara soal ke berapa, yang penting penghayatan. Jadi, serak bodo lah,” timpal dia, lantas tertawa.
Selain itu, proses rekaman Bunga Terakhir versi Iwan dan Isyana yang diaransemen ulang oleh Lafa Pratoml itu juga diambil secara langsung. Mereka sampai mengulang lebih dari tiga kali untuk mendapat penghayatan atau hasil yang pas.
“Kami rekaman itu sekitar 4-5 kali. Nanti yang diambil yang take ke berapa, gitu,” jelas Isyana. Lagu Bunga Terakhir yang dibawakan oleh Iwan dan Isyana telah resmi dirilis di YouTube Falcon Music ID sejak 7 Agustus lalu.
Panji Tengkorak merupakan film animasi yang diadaptasi dari cerita rakyat legendaris di Indonesia dan kini digarap oleh rumah produksi Falcon Pictures. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop pada 28 Agustus mendatang.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
