Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 12.50 WIB

Punya Luka Mendalam, Iwan Fals Ungkap Alasan Sempat Tidak Mau Mendengarkan Lagu Bunga Terakhir

Lagu Bunga Terakhir kembali dihidupkan dengan nuansa baru yang lebih dalam oleh Iwan Fals dan Isyana Sarasvati. (Shafa Nadia/Jawa Pos)

JawaPos.com - Lagu Bunga Terakhir kembali dihidupkan dengan nuansa baru yang lebih dalam oleh Iwan Fals dan Isyana Sarasvati. Lagu tersebut dijadikan original soundtrack film animasi Panji Tengkorak karya sutradara Daryl Wilson. Iwan menuturkan menyanyikan ulang lagu tersebut tidak mudah baginya.

Sebab, lagu Bunga Terakhir punya makna personal bagi pemilik nama asli Virgiawan Liestanto. Mengingatkan Iwan pada momen kepergian orang-orang tersayangnya. Terutama ketika dirinya kehilangan sang anak, Galang Rambu Anarki pada tahun 1997.

“Lagu ini agak provate buat saya. Anak saya, kakak saya, ayah saya meninggal, tapi kebetulan (momen duka, Red) udah selesai pas lagu ini tren,” kata Iwan saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan baru-baru ini. Luka itu yang membuat Iwan ogah mendengarkan lagu Bunga Terakhir.

Bahkan, saat menyanyikan ulang dia masih merasa emosional. “Saya sempat nggak pernah mau dengar lagu ini. Jadi, ya dikuat-kuatin. Alhamdulillah bisa nyanyi,” kenang musisi berusia 63 tahun tersebut. Di sisi lain, Bunga Terakhir juga merupakan lagu kesukaan ibunya.

Hal itu juga yang membuat Iwan tidak bisa menolak tawaran dari rumah produksi Falcon Pictures itu. Proses produksi alias latihan yang dilakukan Iwan dan Isyana memakan waktu lama. Mereka butuh puluhan kali untuk workshop sebelum menjalani proses rekaman.

“Kalau latihan Om Iwan selalu penginnya 10 kali,” ucap Isyana. Tak menampik, Iwan membenarkan ucapan pelantun lagu My Mystery itu. “10 dikali tiga (pertemuan, Red) emang, tapi tenggorokan saya serak jadinya,” jelas Iwan. 

Sebab, baginya yang terpenting ketika menyanyikan sebuah lagu bukan cuma soal teknik vocal. Melainkan penghayatan dirinya terhadap lagu tersebut. “Karena buat saya kualitas suara soal ke berapa, yang penting penghayatan. Jadi, serak bodo lah,” timpal dia, lantas tertawa.

Selain itu, proses rekaman Bunga Terakhir versi Iwan dan Isyana yang diaransemen ulang oleh Lafa Pratoml itu juga diambil secara langsung. Mereka sampai mengulang lebih dari tiga kali untuk mendapat penghayatan atau hasil yang pas.

“Kami rekaman itu sekitar 4-5 kali. Nanti yang diambil yang take ke berapa, gitu,” jelas Isyana. Lagu Bunga Terakhir yang dibawakan oleh Iwan dan Isyana telah resmi dirilis di YouTube Falcon Music ID sejak 7 Agustus lalu. 

Panji Tengkorak merupakan film animasi yang diadaptasi dari cerita rakyat legendaris di Indonesia dan kini digarap oleh rumah produksi Falcon Pictures. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop pada 28 Agustus mendatang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore