Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Juni 2025 | 22.15 WIB

Baby DON’T Cry Minta Maaf atas Kontroversi Teaser MV ‘F Girl’, Hapus Adegan dan Klarifikasi Simbol Grup

Adegan kontroversial di teaser MV ‘F Girl’ Baby DON’T Cry dan permintaan maaf grup. (Allkpop)

JawaPos.com - Grup idola wanita pendatang baru, Baby DONT Cry, yang bernaung di bawah agensi P NATION, tengah menjadi sorotan publik setelah teaser debut mereka untuk lagu utama ‘F Girl’ menuai kritik keras.

Kontroversi ini muncul akibat sejumlah adegan dalam teaser yang dianggap tidak pantas, terlebih karena melibatkan anggota yang masih di bawah umur.

Melansir laman Allkpop, menanggapi hal tersebut, P NATION merilis pernyataan resmi atas kekhawatiran dan kritik dari penggemar serta masyarakat umum, pada Minggu (22/6).

Dalam pernyataan tersebut, agensi menyampaikan permintaan maaf terbuka dan mengumumkan bahwa mereka telah menghapus adegan kontroversial dari versi final video musik untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman lebih lanjut.

Teaser MV ‘F Girl’ awalnya menampilkan beberapa cuplikan yang memperlihatkan salah satu anggota Baby DONT Cry sedang memegang benda yang tampak seperti kondom di dalam sebuah minimarket, sembari disaksikan oleh seorang pria kulit putih. 

Adegan tersebut segera memicu kritik tajam karena dianggap membawa unsur sugestif dan tidak pantas, terutama mengingat bahwa semua anggota Baby DONT Cry dilaporkan masih berusia belasan tahun, yang lahir antara tahun 2006 hingga 2008.

Menanggapi hal ini, P NATION menjelaskan bahwa adegan tersebut awalnya dimaksudkan untuk menampilkan suasana pemberontakan yang ceria, bukan mengarah pada interpretasi sensual atau provokatif. 

Namun, mereka mengakui bahwa interpretasi publik berbeda dan memutuskan untuk menarik teaser tersebut dari publik dan mengecualikan adegan tersebut dari video musik resmi.

Lebih jauh dalam pernyataannya, P NATION juga menjelaskan bahwa lagu ‘F Girl’ bertujuan untuk menyampaikan pesan tentang pembebasan dari standar nilai atau ekspektasi eksternal, seperti sistem penilaian akademik (A hingga F), dan meminta agar setiap individu dilihat sebagaimana adanya. 

Nama lagu dan konsep visual yang dibangun pun didesain untuk memperkuat semangat individualitas dan keberanian menjadi diri sendiri. 

Namun bukan hanya isi teaser yang menuai sorotan, simbol ‘ceri’ yang digunakan sebagai identitas visual grup pun ikut diperbincangkan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore