
Tersangka TD (38), warga Prambon, Nganjuk, ditetapkan sebagai pelaku penyalahgunaan data pribadi untuk membuat 129 akun marketplace fiktif. (Juliana Christy/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Seorang pria asal Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, harus berurusan dengan hukum setelah terbukti menyalahgunakan ratusan data pribadi warga untuk membuat akun marketplace affiliate fiktif. Tersangka berinisial TD (38) ini disebut meraup keuntungan puluhan juta rupiah per bulan dari praktik ilegal tersebut, sebelum akhirnya dibongkar oleh Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.
Aksi TD bermula dari modus menawarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada warga. Namun, untuk bisa menerima bantuan tersebut, warga diminta memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). TD menawarkan jasa pembuatan NPWP secara cepat dan mudah tanpa harus datang ke kantor pajak. Warga cukup menyerahkan fotokopi KTP dan foto selfie langsung ke rumahnya.
Setelah data dikumpulkan, tersangka mendaftarkan NPWP elektronik, meregistrasi kartu SIM, membuka rekening Seabank, lalu menggunakannya untuk membuat akun marketplace. Dari penyelidikan, diketahui bahwa TD berhasil membuat sebanyak 130 akun marketplace menggunakan data-data warga yang ia kumpulkan tanpa izin.
“Pelaku menyalahgunakan data pribadi warga untuk membuat akun marketplace yang kemudian digunakan untuk live streaming dan promosi produk. Hasil dari penjualan itu masuk ke e-wallet pribadi pelaku,” jelas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, Senin (23/6).
Untuk menjalankan operasionalnya, TD memperkerjakan tujuh orang admin. Mereka bertugas melakukan siaran langsung secara bergiliran melalui akun-akun fiktif tersebut. Barang-barang yang ditampilkan adalah milik penjual resmi di Shopee, tetapi akun yang digunakan untuk promosi tidak mewakili identitas asli siapa pun yang terlibat.
Menurut Kanit I Subdit I Ditreskrimsus Polda Jatim Kompol R.W. Raja Pratama, keuntungan yang diperoleh TD dari praktik ini mencapai sekitar Rp 20 juta setiap bulannya. "Semua hasil keuntungan disimpan dalam akun e-wallet atas namanya sendiri dan rekening Seabank pribadi," ucapnya.
Dalam penggerebekan yang dilakukan penyidik, ditemukan barang bukti berupa 105 unit HP Oppo jenis F1S, 82 HP khusus untuk kebutuhan live, 129 akun marketplace, 129 rekening Seabank atas nama berbeda, serta ratusan dokumen digital seperti foto KTP dan NPWP milik orang lain. Polisi juga menyita dua unit monitor Lenovo, dua PC rakitan, serta perangkat pendukung lainnya.
Kasus ini disidik berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/19/IV/2025/SPKT.DITRESSIBER/POLDA JAWA TIMUR dan Surat Perintah Penyidikan tertanggal 28 April 2025.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 51 ayat (1) jo Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024. Selain itu, ia juga dikenakan Pasal 67 ayat (3) jo Pasal 65 ayat (3) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.
“Ancaman hukuman bagi pelaku adalah pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp12 miliar,” tegas Kombes Jules.
Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain. Termasuk tujuh admin yang dipekerjakan TD, yang bisa saja dijerat sebagai tersangka jika ditemukan unsur kesengajaan atau mens rea dalam keterlibatannya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
