
Sutradara Joko Anwar saat jumpa pers film Pengepungan Di Bukit Duri, di Jakarta, Senin (21/10/2024). (Imam Husein/Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com - Film Pengepungan di Bukit Duri sejatinya naskah skenarionya sudah ada sejak tahun 2008 silam. Kala itu, naskahnya sempat diserahkan Joko Anwar kepada Tia Hasibuan selaku produser.
Namun untuk mengangkatnya ke layar lebar, cerita yang merupakan kegelisahan dari Joko Anwar atas perkembangan negatif yang terjadi di Indonesia, masih berat pada saat itu. Dengan harapan, negara ini akan menjadi lebih baik.
"Ini adalah sebuah project yang aku sama Tia Hasibuan sudah lama banget pengen membuatnya. Aku sudah mengajukan skrip ini ke Tia tahun 2008, tapi kita semua berharap ketika membaca skripnya, kita berharap kayaknya nanti mudah-mudahan tahun depan sudah nggak ada apa lagi, Indonesia akan damai, terus mau membicarakan hal-hal yang sulit seperti trauma," kata Joko Anwar.
Namun sayangnya sampai dengan belasan tahun berlalu, permasalahan yang dihadapi Indonesia tetap sama yaitu tentang masalah kekerasan, korupsi, diskriminasi, arah pendidikan tidak jelas, diabaikannya etika, dan lain-lain.
"Setelah kita menunggu 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, 10 tahun, 17 tahun, ternyata masih tetap kita memiliki kegelisahan yang sama. Sehingga kita memutuskan untuk membuat film ini menjadi kenyataan," papar Joko Anwar.
Permasalahan Indonesia yang tidak kunjung ada solusi kongkret diyakini Joko Anwar menjadikan Indonesia tidak bisa menjadi negara maju. Bagi dia, akar dari permasalahan ini ternyata bertolak dari kegagalan Indonesia dalam membuat sistem pendidikan yang baik.
"Semuanya itu ternyata, mungkin terkait dengan 1 hal, yaitu gagalnya sistem pendidikan Indonesia. Sehingga, kita menjadikan sekolah sebagai setting sentral dari cerita ini," ungkap Joko Anwar.
Dia pun berharap film Pengepungan di Bukit Duri menjadi pemantik diskusi lebih lanjut bagi banyak orang supaya semua orang jadi tahu dan sadar bahwa masalah besar yang terjadi di Indonesia kemungkinan besar penyebabnya akibat kegagalan sistem pendidikan.
"Dan sejak 2 bulan yang lalu, kami sudah membuat beberapa kali ini screening. Kami mengundang para stakeholder yang terkait dengan cerita yang ada di Pengepungan di Bukit Duri, seperti para pengajar. Dan dari diskusi tersebut, semua setuju bahwa ini adalah sebuah kegelisaha yang harus disuarakan," paparnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
