Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Februari 2025 | 18.27 WIB

Anji Sebut Hilangnya Hak Pencipta Lagu sebagai Sisi Gelap Industri Musik Indonesia

Anji. (Istimewa) - Image

Anji. (Istimewa)

JawaPos.com - Musisi Erdian Aji Prihartanto atau kerap disapa Anji, menganggap bahwa hilangnya hak pencipta lagu merupakan sisi gelap dalam industri musik Indonesia.

Musisi dengan pencipta lagu memiliki hubungan yang tidak dipisahkan. Musisi membutuhkan lagu yang bagus dan pencipta lagu perlu 'agen' agar lagunya dikenal oleh masyarakat luas.

Musisi memerlukan karya bagus untuk namanya bisa meroket di industri musik dan dikenal oleh banyak orang. Namun di sisi yang lain, pencipta lagu tidak dapat mempopulerkan lagunya tanpa dinyanyikan oleh penyanyi yang tepat.

Dalam hubungan saling membutuhkan tersebut, muncul keluhan dari sejumlah pencipta lagu hak-hak mereka hilang atau bahkan dihilangkan. Pasalnya, sejumlah penyanyi tidak tahu lagi siapa pencipta atas lagu yang dibawakan. Selain itu, hak ekonomi dari pencipta lagu juga tidak didapatkan atas karyanya.

"Sisi gelap industri musik Indonesia. Maaf jika saya membawa nama Agnez Mo, Lyodra, Happy Asmara dan Fatin," tulis Anji dalam unggahannya di Instagram.

Dalam unggahannya di Instagram, Anji berkomunikasi dengan sejumlah pencipta lagu yang lagunya dinyanyikan oleh Lyodra, Happy Asmara, dan Fatin Shidqia Lubis. Sejumlah pencipta lagu tersebut mengeluh karena tidak mendapatkan hak ekonomi. 

"Lyodra membawakan lagu Berharap Tak Berpisah dan pecah banget. Gue senang lihat Lyodra dan band bagus banget. Tapi ada pertanyaan, Lyodra kenal gue gak ya? Tapi gak apa-apa deh gak kenal kan wajar orang belakang panggung. Yang sedih sih, royalti performing right gue dapat apa nggak, hahahaha.Nasib," curhat Denny Chasmala ke Anji.

Selain itu, Anji juga mengunggah percakapan dengan pencipta lagu yang lagunya sukses di tangan Fatin Shidqia Lubis dan juga dengan pencipta lagu Rungkad yang sukses di tangan Happy Asmara. Keluhan mereka kurang lebih sama.

Menurut Anji, kebiasaan penyanyi tidak minta izin kepada pencipta lagu merupakan kebiasaan yang buruk. Bukan hanya tidak mendapatkan hak ekonomi, hak mereka untuk dikenal sebagai pencipta lagu juga hilang.

"Selain itu, ada satu nilai yang hilang karena kebiasaan itu. Penyanyi tidak mengenal siapa yang menciptakan lagu yang dia bawakan. Jangankan kenal orangnya, mungkin tahu namanya pun tidak," paparnya.

Lebih lanjut, Anji menganggap penyanyi tidak mengenal pencipta lagu atas lagu yang dibawakan bukan merupakan kesalahan dari penyanyi tersebut. Ini adalah kesalahan yang terjadi akibat melanggengkan tradisi yang buruk. 

"Apakah Lyodra atau penyanyi lain salah? Tidak. Yang salah adalah kebiasaan yang sudah diwarisi bertahun lamanya," ungkap Anji.

Dia sadar betul pendapatnya ini mungkin tidak akan membahagiakan bagi banyak orang. Sebab, pasti ada yang tidak setuju dengan pandangannya karena satu dan lain hal.

"Maafkan jika ada yang tersinggung dengan posting-an ini. Saya hanya ingin ekosistem musik di Indonesia menjadi lebih baik dan membawa kebaikan yang merata untuk semua pelakunya. Musisi, pelaku event dan semuanya, termasuk pencipta lagunya," ujar Anji.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore