Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juli 2024 | 16.54 WIB

Yok Koeswoyo: Lagu Itu untuk Didengarkan, Bukan untuk Dilihat

APRESIASI: Yok Koeswoyo (kiri) menerima plakat penghargaan dari Desy Andriani di Yayasan Koes Bersaudara, Jakarta Selatan, pada Sabtu (13/7) siang. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) - Image

APRESIASI: Yok Koeswoyo (kiri) menerima plakat penghargaan dari Desy Andriani di Yayasan Koes Bersaudara, Jakarta Selatan, pada Sabtu (13/7) siang. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com - Lagu-lagu hit Koes Plus berdendang ketika malam Gebyar Pembaca Setia Jawa Pos yang menandai usia koran Jawa Pos yang ke-75 pada 1 Juli lalu. Dibawakan band Neo Jibles, para penonton yang hadir ikut larut bernyanyi memeriahkan perayaan yang digelar di Jawa Pos Arena.

Pada Sabtu (13/7), Wakil Direktur Bidang Keuangan Jawa Pos Desy Andriani didampingi sejumlah perwakilan Jawa Pos dan personel Neo Jibles menyambangi Yayasan Koes Bersaudara, Jakarta Selatan. Kedatangan itu bertujuan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yok Koeswoyo, personel Koes Plus.

’’Kami terima kasih banyak (kepada Koes Plus), sampai acara Jawa Pos yang ke-75 ini juga lancar dan seru. Semua pelanggan happy,’’ ungkap Desy kepada Yok di pendopo Yayasan Koes Bersaudara. Sebuah plakat apresiasi lantas diserahkan kepada Yok, yang menyambutnya dengan senang hati.

Yok merasa terharu dan tersanjung karena masih ada band masa kini yang membawakan lagu-lagu Koes Plus. ’’Saya juga berterima kasih telah membawakan lagu-lagu Koes Plus. Kalau tidak ada Anda semua, siapa yang tahu lagu-lagu kita? Karena lagu itu untuk didengarkan, bukan untuk dilihat,’’ ucap Yok.

Dia juga bersyukur masih diberi kesehatan. Selagi masih memungkinkan, Yok akan tetap berkarya melalui seni untuk terus menebar pesan positif dan semangat kebaikan kepada banyak orang.

’’Jalan aja saya udah pakai tongkat sebetulnya, cuma saya pura-pura gaya ini,’’ seloroh musisi 80 tahun itu. 

Menurut Yok, seni sudah menjadi takdir hidupnya. Sehari-hari, dia masih aktif melukis, membaca buku, sambil minum kopi. Kemauan yang kuat untuk terus berkarya membuatnya tetap bugar dan waras.

Kepada Jawa Pos, Yok memberi masukan terkait eksistensi dan keberlanjutan di masa kini. ’’Saya kasih masukan mau nggak? Yang penting nomor satu adalah mau dulu. Kalau kalian mau, nanti pasti mendapatkan kemampuan,’’ tegas musisi kelahiran Tuban, 3 September 1943, itu.

Petuah Yok patut diteladani. Bagi media cetak, tentu akan ada banyak tantangan di masa kini. Apalagi, keterbukaan informasi membuat masyarakat semakin mudah mengakses berita. Dengan mau berubah, niscaya akan memperoleh kemampuan untuk selalu beradaptasi dengan berbagai tantangan zaman. (han/c12/len)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore