
Poster serial A Killer Paradox. Sumber foto: Instagram / @dntlrdl
JawaPos.com - Serial Netflix ‘A Killer Paradox’ sukses mencuri perhatian para pecinta serial tv Korea Selatan.
Serial ini, mengisahkan seorang mahasiswa biasa secara tidak sengaja membunuh seorang pria yang kemudian berubah menjadi seorang pembunuh berantai jahat.
Percaya dirinya memiliki bakat luar biasa untuk mengenali pelaku kejahatan, dia memulai pembunuhan besar-besaran, yakin bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.
Serial original Netflix ‘A Killer Paradox’ mengikuti perjalanan mahasiswa Lee Tang, diperankan oleh aktor ‘Parasite’ Choi Woo Shik dan detektif Jang Nam Gam, diperankan oleh Son Suk Ku dari ‘The Round Up’ yang mengejar Lee Tang.
Premis dari serial baru ini mungkin terdengar seperti misteri thriller kriminal biasa, tetapi sutradara Lee Chang Hee yang membuat serial thriller populer seperti ‘Strangers From Hell’ dan para aktor dalam proyek tersebut menyajikan gambaran berbeda.
“Serial ini penuh dengan ironi, menyelaraskan hal-hal yang tampaknya bertentangan satu sama lain,” kata sang sutradara, dikutip JawaPos.com dari Yonhap, Kamis (1/2).
Pertunjukan ini menggabungkan elemen fantastik dari protagonis utama Lee Tang, thriller kriminal detektif Jang Nam Gam serta aspek noir yang berputar di sekitar mantan detektif berubah menjadi penjahat Song Chon (Lee Hee Joon) dalam jejak Lee Tang, jelas sutradara.
Menurut sutradara, daya tarik drama ini ialah paradoks yang dihadapi para karakter, evolusi psikologis protagonis utama Lee Tang melalui serangkaian pembunuhan dan konflik antara rasa bersalah serta pembebasan, juga kecemasan dan perdamaian.
“Siapakah yang mempunyai hak untuk menghancurkan kejahatan dan seberapa jauh seseorang boleh melakukan hal tersebut?” tanya Son Suk Ku tentang dilema yang dihadapi karakternya dalam serial tersebut.
“(Pertunjukan) seperti semangkuk bibimbap yang lezat, ini secara harmonis memadukan banyak genre berbeda dan karakter menawan menjadi satu,” ungkap Choi Woo Shik.
Seperti banyak drama korea lain yang diproduksi saat ini, serial ini didasarkan pada webtoon Naver populer dengan judul sama, memiliki basis penggemar yang besar.
Sutradara mengatakan dia berusaha mempertahankan nada dan cara karya aslinya dan memastikan pesan inti tetap utuh. Meskipun dia merasa pekerjaannya cukup menantang untuk mengubah komik web fantasi menjadi serial live action.
“Aku fokus memvisualisasikan status mental Lee Tang seperti menggunakan musik klasik, namun ganjil sebagai soundtrack dalam adegan-adegan mematikan dan persilangan yang sepertinya tidak cocok satu sama lain,” ujarnya.
Son Suk Ku mengaku sudah tidak sabar untuk melihat perilisan serial ini, khususnya bagi para penggemar webtoon aslinya.
"Aku tidak bisa menentukan satu genre untuk serial ini. Aku hanya bilang ini dibuat oleh produser unik dengan selera yang sangat muda dan trendi. Aku pikir para penggemar webtoon akan sangat menyukainya,” kata dia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
