Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Agustus 2023 | 15.27 WIB

Strays: Petualangan Para Anjing Liar yang Nakal dan Brutal

Adegan dalam film - Image

Adegan dalam film

JawaPos.com - Film-film yang menitikberatkan para peran seekor anjing umumnya tidak jauh-jauh dari genre drama yang bernuansa family movie yang, biasanya, menyentuh hati. LassieAir BudHachiko dan Marley & Me adalah segelintir contoh dari film-film dengan tokoh sentral seekor anjing yang seolah menjadi patokan banyak sineas yang menggarap film serupa.

Strays bukan film seperti itu.

Disutradarai Josh Greenbaum, Strays boleh dibilang merupakan sebuah film anjing yang cukup berbeda. Alih-alih menyajikan kisah yang menyentuh hati, Greenbaum menyuguhkan sebuah petualangan seru para anjing-anjing buangan yang penuh dengan bumbu komedi slapstick, adegan-adegan vulgar dan sumpah serapah di sepanjang filmnya.

Strays berkisah tentang seekor anjing jenis Border Terrier bernama Reggie (Will Ferrell) yang hidup bersama majikannya yang kasar dan pemalas, Doug (Will Forte).

Doug tidak pernah menyukai Reggie yang awalnya ia pungut dari sebuah tempat adopsi anjing karena permintaan pacarnya. Setiap hari, Reggie terus diperlakukan buruk oleh Reggie baik secara verbal maupun non verbal.

Namun, sebagai seekor anjing yang menyandang predikat man's best friend, Reggie terus berusaha menjadi seekor anjing yang baik dan menyenangkan agar Doug bisa mencintainya.

Kekesalan Doug pada Reggie memuncak saat tanpa sengaja sang anjing memecahkan bong milik Doug yang biasa ia gunakan untuk mengonsumsi narkoba. Ia akhirnya membawa Reggie ke luar kota, dan membuangnya di sebuah gang buntu setelah berpura-pura mengajaknya bermain dengan bola tenis.

Diterlantarkan di tempat yang asing pun masih tidak membuat pola pikir Reggie akan Doug berubah, hingga akhirnya ia bertemu dengan seekor Bostor Terrier liar bernama Bug (Jamie Foxx) yang membuka mata Reggie bahwa Doug sudah membuangnya.

Bersama Bug dan dua temannya, yakni Maggie (Isla Fisher) si Australian Shepherd dan Hunter (Randall Park) si Great Dane, Reggie pun bertekad kembali ke rumah Doug untuk satu tujuan:

menggigit kemaluan Doug hingga putus.

Secara plot, Strays memang kelewat sederhana. Endingnya pun sudah bisa ditebak. Namun, nilai jual film ini memang bukan di kesolidan jalan cerita.

Lewat penuturan yang jenaka dan ringan, sutradara Josh Greenbaum boleh dibilang berhasil menunjukkan ke penonton bagaimana polah nakal dan brutal para anjing-anjing liar di jalanan.

Kehidupan keras mereka di jalanan setiap hari juga membuat mereka jauh dari sopan santun, baik secara kata-kata maupun perbuatan.

Adegan-adegan ini juga dipoles dengan sejumlah kejadian tidak masuk akal yang bisa mengocok perut penonton, seperti ketika Reggie dan kawan-kawannya tanpa sengaja membantai sekelompok kelinci di dalam hutan setelah mereka dibuat mabuk oleh jamur yang mereka makan; atau ketika mereka berusaha mengambil kunci sel penjara yang tergantung di dinding dengan kemaluan Hunter.

Di luar semua unsur tersebut, Strays tetap membawa pesan moral baik bahwa sudah selayaknya bagi manusia untuk menyayangi hewan peliharaan mereka, khususnya anjing. Karena sampai kapan pun, anjing akan selalu menyayangi majikan mereka.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore