
Habib Ja’far (instagram husein_hadar)
JawaPos.com - Habib gaul yang dikagumi oleh banyak orang, Habib Husein Bin Ja’far Al Hadar membuat sebuah konten filosofi dari lagu Kelayung-layung bersama komedian Nopek Novian pada Sabtu (15/7) lalu. Beliau mengungkapkan bahwa Kelayung-layung adalah lagu koplo yang penuh dengan makna.
Dilansir dari YouTube resmi Habib Ja’far pada Sabtu (22/7), beliau bersama Nopek mengartikan satu persatu dari lirik Kelayung-layung dengan seksama. Habib Ja’far juga mengungkapkan bahwa lagu koplo aslinya memiliki arti yang dalam namun saja setelah dicover oleh orang yang salah, lagu ini berubah menjadi lagu biasa karena dicampur dengan nuansa mabuk.
Hal itulah yang menjadikan musik berlabel haram, karena mereka menggandengkan musik dengan arak, ciu dan sejenisnya. Padahal makna dari lagu-lagu tersebut memiliki arti yang dalam, seperti Kelayung-layung. Bahkan Habib Ja’far dan Nopek mengaku merinding dengan lirik tersebut.
Berikut arti lirik kelayung-layung yang diterjemahkan oleh Habib Ja’far dan Nopek Nofian:
Ono tangis kelayung-layung
Ada tangis yang tersedu-sedu, terisak-isak, sesenggukan, tangis yang tidak dapat digambarkan oleh apapun.
Tangise wong kang wedi mati
Tangis seseorang yang takut akan kematian. Habib ja’far menambahi bahwa Rasulullah pernah bersabda bahwa manusia yang di dunia menangisi kehidupan nya nanti akan digantikan oleh Allah disurga, ia akan dipenuhi dengan tawa. Namun sebaliknya, jika seseorang itu sering tertawa didunia dalam hal negatif maka di akhirat pun akan sering menangis.
Gedhongono koncenono, yen wis mati mongso urungo
Walaupun sudah bersembunyi di gedung yang tekunci, kalau kematian sudah tiba manusia tidak bisa melakukan apa-apa. Manusia tidak bisa menunda kematiannya, entah dari waktu atau tempat matinya. Intinya, orang sekarat pun kalau belum waktunya, mereka tidak akan mati jika itu memang belum waktunya ia mati. Sebaliknya, jika memang itu adalah waktunya mati maka ia pun tidak bisa menghindar karena yang abadi hanyalah Allah semata.
Ditumpakke kereto jowo, rodane rodo menungso
Orang meninggal akan naik keranda yang di gotong oleh manusia dan diantarkan ke peristirahatan terakhir dengan mengucapkan kalimat tauhid di sepanjang jalan.
Ditutupi ambyang-ambyang, disirami banyune kembang

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
