
JATUH HATI: Tyas Mirasih dan Tengku Tezi bermain bersama Becky, anjing pit bull yang berperan sebagai Marley dalam film Marley yang akan tayang di bioskop mulai 17 Maret mendatang. (Denny Siregar Production/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pengalaman Tengku Tezi dan Tyas Mirasih di dunia seni peran bertambah. Untuk kali pertama, mereka beradu akting dengan anjing pit bull. Ditemui di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (14/3), Tezi menyatakan bahwa itu adalah peran tersulitnya selama berakting.
Di film berjudul Marley tersebut, dia berusaha memberanikan diri berinteraksi dengan seekor anjing pit bull bernama Becky. ’’Sebelumnya nggak pernah nyentuh anjing. Seorang awam yang bisa dibilang nggak suka (anjing, Red) dikasih pit bull. Kaget dong,’’ tutur Tezi. Demi kebutuhan film dan pendalaman karakter, Tezi menghabiskan banyak waktu berdua bersama Becky agar bisa membangun bonding. ’’Tiap hari saya datangin. Akhirnya mandi dan tidur bareng. Kami nginep bareng beberapa malam,’’ tutur Tezi.
Setidaknya, dibutuhkan satu setengah bulan untuk dia bisa memiliki ikatan emosional dengan Becky. ’’Saya tuh baru berani ngelihat matanya setelah tiga minggu ketemu. Awalnya nggak berani, pasti digonggong,’’ lanjut dia.
Meski awalnya takut, kepribadian Becky berhasil membuatnya jatuh hati. Sebab, Becky rupanya juga merasa ketakutan sampai menangis saat berada di kamar bersama Tezi. ’’Awal-awal nginep, nangis dia, habis itu hari ketiga dan keempat sih udah nggak,’’ katanya.
Persahabatan Tezi dan Becky berlanjut walaupun proses syuting film Marley telah usai. ’’Sekarang jadi sayang banget sama dia dan masih sering main. Dia masih ingat. Kalau saya siul dari jarak 30 meter, dia langsung datang,’’ ucap Tezi.
Hal yang sama dirasakan Tyas. Mantan istri Raiden Soedjono itu mengaku takut dengan pit bull. Namun, perasaan itu seketika berubah ketika bertemu dengan Becky. ’’Nggak yang galak gitu, malah langsung dekat, ngendus-ngendus gitu. Bentuknya aja pit bull, hatinya mah pudel. Jadi hilang semua rasa takut,’’ jelas Tyas.
Apalagi selama proses syuting, para cast dijaga ketat oleh pelatih anjing yang sudah ahli di bidangnya. Alasan lain dia mau ikut terlibat dalam film Marley adalah tema cerita yang diangkat yang anti-mainstream. Banyak pesan moral serta isu penting yang diangkat dalam film Marley. Salah satunya fenomena perdagangan anjing.
Menurut dia, itu merupakan kesempatan emas baginya untuk menggaungkan isu tersebut melalui media film sebagai animal lover dari kalangan figur publik. ’’Film Indonesia jarang banget tentang binatang, apalagi anjing masih dianggap tabu di beberapa kalangan. Makanya, aku excited,’’ terang Tyas.
Mengenai penjiwaan perannya sebagai seorang janda satu anak, artis 34 tahun itu menyebutkan bahwa aktingnya totalitas berkat mengasuh banyak kucing di rumah. Dia mengasuh para anabulnya dengan sepenuh hati selayaknya anak kandung. ’’Aku pribadi kan belum punya anak. Mungkin naluri keibuannya keluar karena aku punya banyak kucing,’’ jelas Tyas.
Itu merupakan kali pertama Tyas dan Tezi terlibat dalam satu proyek bareng. Tak menampik, Tyas membeberkan bahwa setelah membintangi film Marley, keduanya justru banjir tawaran pekerjaan lain. ’’Baru kali ini. Setelah itu, baru kami ada proyek-proyek lain. Jadi, memang ketemu di sini,’’ terangnya.
Marley mengisahkan persahabatan seorang guru matematika bernama Doni (Tezi) dengan anjing pit bull Marley (Becky). Di tempatnya mengajar, Doni bertemu dengan guru bahasa Inggris bernama Vina (Tyas). Mereka saling jatuh cinta.
Selain Tyas dan Tezi, film yang disutradarai Muhammad Ainun Ridho itu dibintangi Aden dan Isa Bajaj, Yadi Timo, serta Chika Waode. Marley siap tayang di bioskop pada 17 Maret mendatang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
