
REKAMAN TERPISAH: Eva Celia turut bergabung memberikan suaranya untuk lagu C.H.R.I.S.Y.E yang kental dengan nuansa 80-an. (Diskoria for Jawa Pos)
JawaPos.com – Karya dan lagu mendiang Chrismansyah Rahadi alias Chrisye tak lekang meski sosoknya sudah tiada. Selain lagu-lagunya yang masih bisa dinikmati, sejumlah musisi masa kini juga sering meng-cover atau memberikan tribute. Terbaru, grup musik Diskoria, trio produser Laleilmanino, dan penyanyi Eva Celia merilis lagu berjudul C.H.R.I.S.Y.E di streaming platform dan YouTube pada 15 Januari lalu.
C.H.R.I.S.Y.E memiliki nuansa musik khas 70-an hingga 80-an, yang sesuai dengan gaya musik Chrisye di era tersebut dan gaya musik retro disco yang diusung Diskoria. Lagu yang diciptakan Laleilmanino itu menjadi tribute single mereka, Diskoria, dan Eva terhadap sosok Chrisye. ’’Diskoria juga kalau tampil di klub sering bawain lagu-lagu almarhum,’’ ujar Merdi Simanjuntak, personel Diskoria, saat dihubungi kemarin sore (19/1).
Sebagai bentuk tribute, bukan hanya musik yang menyesuaikan gaya bermusik Chrisye di era 70-an dan 80-an. Lirik C.H.R.I.S.Y.E merupakan rangkaian bait yang disusun dari lirik atau judul lagu Chrisye. Mulai Kala Cinta Menggoda, Jika Surga dan Neraka tak Pernah Ada, Juwita, Panah Asmara, Sabda Alam, hingga Galih dan Ratna. Total ada 24 lagu yang judulnya dijahit menjadi lirik seputar dua insan yang dilanda asmara.
Lewat C.H.R.I.S.Y.E, pendengar juga akan menemukan nama sang legenda. Yakni, di bagian lirik refrain Cintaku bertepuk, Harap yang tak ada, Rintihan nada asmara, Inginku kembali ke masa remaja, Seperti Galih & Ratna, Yang kumau kau untukku meskipun kau tak rindu, Engkau aku suka. ’’Huruf-huruf di awal kalimat refrain bakal membentuk nama Chrisye. Itu yang jadi inspirasi judulnya,’’ terang Merdi.
Sebenarnya C.H.R.I.S.Y.E diciptakan Desember lalu. Saat itu, tim Suara Disko –event organizer yang sering menggagas acara berkonsep old fashioned disco– mengajak Diskoria untuk membuat sesuatu sebagai ganti pertunjukan yang batal karena pandemi. Dari situ lahirlah Studio Pop, sebuah program yang mempertemukan Diskoria dengan trio produser Laleilmanino untuk berkolaborasi dan merilis single rekaman. C.H.R.I.S.Y.E merupakan karya pertama dari proyek tersebut.
Diskoria lantas mencetuskan konsep tribute untuk Chrisye. ’’Tapi bukan cover, melainkan lagu baru tentang almarhum,’’ ucap Merdi.
Karena Diskoria sudah akrab dengan karya Chrisye dan pernah berkolaborasi dengan Laleilmanino, pengerjaan lagu berlangsung cukup cepat. Hanya 17 jam. Diskoria dan Laleilmanino membuat aransemen dan lirik, kemudian Eva merekam suaranya secara terpisah. Sayang, karena tenggat waktu perilisan via platform di akhir tahun sudah tak memungkinkan, lagu hanya bisa dinikmati di website Studio Pop. Lagu C.H.R.I.S.Y.E baru dirilis secara publik di awal tahun.
Terkait pemilihan Eva, Merdi menjelaskan bahwa dirinya dan Fadli Aat –rekannya di Diskoria– sudah lama ingin menggandeng putri Sophia Latjuba itu sebagai penyanyi single mereka. ’’Eva seringnya di lagu nada medium beat. Nah, kali ini kami ajak dia keluar zona nyaman dengan tempo yang lebih cepat,’’ papar Merdi.
Karena hendak merilis lagu yang berkaitan dengan sosok Chrisye, tim Suara Disko sebelumnya mengontak keluarga almarhum. ’’Syukurlah keluarga almarhum nggak keberatan pas tahu mau ada proyek ini,’’ tutur Merdi.
Baca Juga: Guru Honorer Minta Diangkat ASN Tanpa Tes, BKN: Kenapa Sih, Kok Takut?
Sebuah klip video juga dirilis bersamaan dengan lagu yang dirilis di streaming platform. Model klip video, Adjie NA, didandani mirip Chrisye dengan rambut gondrong dan jas disko. Tone warna dan fashion klip karya Gianni Fajri itu juga mencerminkan era yang sesuai dengan gaya musik C.H.R.I.S.Y.E.
Setelah C.H.R.I.S.Y.E, lanjut Merdi, masih akan ada proyek baru dari Diskoria. Saat ini mereka mencari produser dan penyanyi yang akan digandeng untuk proyek tersebut. ’’Yang pasti, lagunya tetap bergaya khas Diskoria dan masih tentang cinta,’’ kata personel grup pelantun Serenata Jiwa Lara itu.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Yd42ecy3TmU

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
