Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Agustus 2020 | 01.19 WIB

Eros Djarot: Kalau Musisi Nggak Gelisah, Bukan Seniman

Istimewa - Image

Istimewa

JawPos.com - Eros Djarot termasuk musisi hebat. Dia menciptakan sejumlah lagu dari dulu hingga sekarang. Sejumlah lagunya berhasil melegenda seperti Badai Pasti Berlalu, Merpati Putih, Angin Malam, Resesi, dan yang lainnya.

Eros Djarot mengatakan bahwa seorang musisi adalah seniman yang hidup dan besar karena mengungkapkan permasalahan. Ia memiliki kepekaan sosial yang tinggi seingga bisa mengekspresikannya lewat suatu karya.

"Kalau musisi nggak gelisah dia bukan seniman, cuma tukang nyanyi sama tukang musik. Seniman itu orang yang paling sensitif. Masa melihat yang melarat diinjak-injak sama kekuasaan diam aja," kata Eros Djarot kepada JawaPos.com, Kamis (6/8).

Karena kepekaan yang dimiliki seniman, ia mampu melihat yang tidak dilihat banyak orang dan mampu merasakan apa yang tak dirasakan bahkan terlupakan. Eros Djarot pun memberikan sindiran keras kepada musisi yang hanya bisa menyanyi tapi tidak dapat mengungkapkan kegelisahan atas peristiwa atau kejadian yang dirasakan masyarakat.

"Kalau dia cuma nyanyi, dia tukang ngamen sama tukang musik," kataya.

Eros Djarot kemudian mengungkapkan proses kreatif dirinya dalam menciptakan karya. Dia mengatakan idenya bisa datang dari mana saja atas apa yang dialami ataupun dirasakannya.

"Bikin lagu nggak perlu bertahun-tahun, berbulan-bulan karena setiap hari sudah terekam nada itu. Ke pasar dapat nada, saya ke jalanan dapat nada, ketemu petani dapat nada, ketemu orang kaya dapat nada," ungkapnya.

Salah satu karya Eros Djarot yang terlahir akibat kegelisahan yang dia alami adalah lagu berjudul Resesi. Lagu itu dibuatnya sebagai peringatan akan bahaya resesi ekonomi yang tentu akan berakibat serius bagi kehidupan masyarakat di era 80-an.

Sebagai seorang seniman, Eros merasa perlu memberikan pringatan supaya bahaya resesi dapat segera diantisipsi.

"Tapi saya nggak perlu ngasih solusi karena saya bukan ekonom. Soal solusi tanya lah pada ekonom. Yang menjadi wilayah kita sebagai seniman atau budayawan adalah dampak resesi dalam kehidupan," paparnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=0IA1qs2goSk

 

https://www.youtube.com/watch?v=hGhuBLAd4us

 

https://www.youtube.com/watch?v=0PJXgNapSTE

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore