
Pemain film Perburuan Ayushita yang berperan sebagai kekasih Hardo saat berkunjung ke Redaksi Jawa Pos di Jakarta, Senin (29/7/2019). Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Pramoedya Ananta Toer ini berfokus pada kisah Hardo (diperankan Adipa
JawaPos.com - Aktris Ayushita dan aktor Adipati Dolken akan beradu peran dalam film berjudul Perburuan. Diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer berjudul sama, Perburuan akan tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 15 Agustus 2019.
Secara garis besar, Perburuan yang disutradarai oleh Richard Oh ini bercerita tentang seorang mantan komandan pleton pembela tanah air (PETA) bernama Hardo (Adipati Dolken) yang dikejar-kejar oleh tentara Jepang karena dianggap musuh negara. Ayushita sendiri berperan sebagai kekasih Hardo yang bernama Ningsih di film ini.
Keduanya membagikan pengalaman menarik mereka selama menjalani proses syuting ketika mampir ke kantor Jawa Pos di Gedung Graha Pena Jakarta. "Semua proses syutingnya tak terlupakan. Karena medannya berat-berat, susah situasi dan kondisinya, agak cemas saat itu. Prosesnya syutingnya sampai 20 hari," kata Ayushita.
Adipati menceritakan, tawarannya berperan sebagai Hardo sebetulnya sudah datang sejak 4 tahun lalu. Ketika dihubungi Richard Oh untuk sama-sama membicarakan penggarapan Perburuan, Adipati mengaku kala itu ia belum mengetahui apapun soal Perburuan dan novelnya.
"Saya dikasih tahu Richard Oh mau bikin film Perburuan sejak 4 tahun lalu, dia bilang 'nanti kamu saya tes ya'. Lalu saya mulai cari bukunya. Tapi kemudian sempat hilang nggak ada kabar. Tapi ternyata memang jodoh (bermain sebagai Hardo di Perburuan, Red)," ujar Adipati.
Proses pendalaman dan menghafal skrip diakui Adipati tidak terlalu menjadi beban walau dalam novelnya, Perburuan kerap menggunakan padanan kata yang sudah jarang dipakai di obrolan sehari-hari.
"Ada kata-kata yang 'ini artinya apa ya?'. Bahasanya sudah nggak dipakai lagi, dan akhirnya kami rembukin dulu cara pakainya gimana. Untungnya saya dan Ayushita pernah main film yang setipe di era 1940-an juga kan, jadi punya bekal pengalaman. Justru menghafal skripnya di tengah kesibukan kami sih," jelas Adipati.
Sementara itu, Ayushita mengaku bahwa ia memiliki kekaguman terhadap sosok Pramoedya Ananta Toer. Menurutnya, Pram adalah sosok yang berani mewakili suara rakyat yang tak bisa bersuara di zaman tersebut.
"Pramoedya orang yang sangat berani, berprinsip punya sudut pandang yang bisa mewakili orang-orang yang nggak bisa ngomong pada zamannya. Dia nggak berhenti ketika dihalangi untuk bersuara, walaupun dari dalam penjara. Itu berani sekali ya. Walaupun nggak semua (karyanya, Red) berhasil dipublikasikan, menurut saya dia orang yang dipilih Tuhan untuk menyampaikan sesuatu kepada rakyat," tutur Ayushita.
Kekagumannya pada Pram pun membuat Ayushita bahagia saat ditawari terlibat dalam film Perburuan. "Bicara soal Perburuan, Pram adalah penulis keren yang berani. Membuat kami menjadi manusia yang lebih bersyukur. Nggak pernah terbayang akan main film ini. Happy banget saat ditawari," tutupnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
