
NDX AKA sempat tidak yakin saat diundang ke Synchronize Fest 2018. Sebab, lagu mereka berbahasa Jawa.
Diapresiasi Dipha Barus. Ditonton Joshua Suherman. Lirik lagu -yang didominasi bahasa Jawa- dinyanyikan bareng ribuan penonton Synchronize Fest 2018. NDX AKA sudah menaklukkan ibu kota.
---
SEJAK awal tahun, NDX AKA mendapat tawaran tampil di Synchronize Fest 2018. Inilah ekspresi duo Yonanda Frisna Damara, 22, dan Fajar Ari, 21, ketika mendengar kabar tersebut. ''Tenan po iki? (Beneran ini?) Soalnya, lagu NDX kan bahasa Jawa semua, ya dikira keliru ngundang awalnya,'' kata Nanda yang ditemui Jawa Pos di markas mereka di Bantul pada Kamis (25/10).
Setelah dikonfirmasi manajemen, ternyata undangan itu nyata. Asli. Bukan hoax. Nanda dan Fajar seketika mumet. Sebab, untuk kali pertama, mereka manggung di depan penonton yang tidak mahir berbahasa Jawa.
''Dulu pernah di TV sama off air di Jakarta. Tapi, penontonnya enggak sebanyak ini,'' ungkap Fajar. Duo yang berbasis di Imogiri, Bantul, tersebut langsung putar otak. Mereka dan tim NDX -total 15 orang- meramu konsep baru buat panggung perdana di Jakarta. ''Nekat pokoknya. Ora ono sing nyanyi, ora masalah (Tidak ada yang menyanyi, tidak masalah). Enggak ditonton, yo wis,'' ucap Nanda, lalu tertawa.
Penampilan dibuka lagu-lagu baru yang lebih banyak lirik bahasa Indonesianya. Plus, mengundang DJ. Namun, tanggapan penonton ternyata melebihi ketakutan Nanda. ''Heboh. Do nyanyi kabeh, padahal kami ya enggak masang lirik di belakang (backdrop panggung, Red),'' cerita Nanda.
Bahkan, di lagu-lagu album NDX AKA Familia yang punya lirik dominan bahasa Jawa, penonton tetap larut. Joget iya, menyanyi iya. ''Ono sing udo (ada yang buka baju, Red) sampai diumbul-umbulke (diangkat ke atas). Seru wis,'' kata Fajar.
Joshua Suherman juga mengunggah video di Instagram story-nya. Dipha Barus langsung memuji selepas duo itu turun panggung.
Synchronize Fest 2018 sukses, tawaran tampil di televisi nasional membanjir. Bukan lagi buat memperkenalkan NDX AKA seperti dua-tiga tahun lalu. Sebab, mereka kini sudah menjadi bintang. ''Banyak (televisi) yang minta tampil, tapi kami tolaki. Sudah full sampai akhir tahun,'' jelas Nanda.
Bahkan, lanjut dia, kalender 2019 mulai terisi. ''Sampai akhir tahun depan ada. Ya, alhamdulillah rezeki enggak ada yang tahu,'' ujarnya.
Dua cowok yang tenar lewat hitnya seperti Sayang, Ditinggal Rabi, Terminal Giwangan, Kimcil Kepolen, dan Remukan Ati tersebut tidak lantas ongkang-ongkang kaki. Tahun ini mereka merilis banyak single digital.
Tahun depan mereka juga berkolaborasi dengan musisi besar Jogja. Menyusul sukses lagu Ambilkan Gelas, duet NDX AKA dengan Shaggydog yang memenangkan AMI Awards tahun ini sebagai Duo/Grup Kolaborasi Dangdut/Dangdut Kontemporer. ''Ya ditulis aja, artis besar,'' papar Fajar.
Mereka kini memperluas bisnis dengan label NDX AKA. Setelah clothing, tahun depan mereka membuka studio rekaman untuk menaungi musisi muda Jogjakarta yang punya bakat. ''Enggak buat dangdut tok lho ini,'' lanjutnya.
Buat syuting klip video, Nanda dan Fajar merilis NDX AKA Visual. ''Ya, biar lagunya NDX ini ada videonya. Ora mung pas manggung wae,'' celoteh Fajar. Mereka berharap tidak cuma menggerakkan penggemar lewat joget setiap tampil, tetapi juga orang-orang di sekitar buat ikut berkarya kreatif. ''Kami ya enggak mungkin cuma nyanyi. Harus ada lainnya,'' tandas Nanda.
Tentang NDX AKA

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
