Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Agustus 2018 | 19.03 WIB

Kenny Austin Ingat Masa Lalu Saat Dipelonco Terlibat Film Serendipity

Kenny Austin minta hentikan perpeloncoan dan bullying. - Image

Kenny Austin minta hentikan perpeloncoan dan bullying.

JawaPos.com - Aktor pendatang baru, Kenny Austin teringat masa lalunya di zaman kuliah ketika bermain film Serendipity. Pasalnya, film tersebut mengangkat kehidupan SMA yang penuh senioritas, korban hoax, dan bullying.


"Film ini tuh ngangkat hoax sama bullying yang terjadi di SMA, itu masalah serius kalau buat saya. Harapannya penonton bisa ambil pesan-pesan di film ini," papar Kenny saat berkunjung ke kantor Jawa Pos, Jakarta, belum lama ini.


Senioritas dalam film Serendipity pun mengingatkan Kenny akan masa lalunya ketika menjadi mahasiswa salah satu universitas negeri di Medan. Kala itu, dia terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Teknik.


"Pengalaman bullying pribadi nggak ada. Cuma pas ospek di Universitas, aku kan teknik mesin ya dulu. Nah itu terkenal ospeknya lebih beringas, dibotakin, dicubit, dicukur depan semua orang, makan suap-suapan pakai tangan temen. Terus satu ice cream yang harganya goceng harus buat ratusan orang sampai belakang. Kalau salah dikit ditendang, macem-macem deh," ungkapnya.


Menurut senioritas atau perpeloncoan tersebut memiliki pro kontra. Di satu sisi, mental betul terbentuk. Namun, tak sedikit yang alami trauma dan sakit secara fisik karena tidak kuat.


"Ngebentuk orang jadi nggak manja itu bener sih, bangun mental juga. Tapi, di sisi lain nggak semua orang kuat ngalamin itu, mereka bisa sakit, ada yang asmanya kambuh, sakit-sakitan. Saya alami itu tapi pas giliran tahun saya jadi senior, saya nggak pernah lakuin itu karena nggak akan berakhir-berakhir kalau gitu," lanjutnya.


Oleh Karenanya, melalui film Serendipity, Kenny ingin penonton melihat kasus senioritas, berita hoax, dan bullying sebagai sesuatu yang serius. Harapannya, agar tidak ada yang melakukan perpeloncoan, menyebarkan kabar hoax, dan bullying.


"Harus nonton Serendipity karena kita sering mendapati kasus-kasus hoax dan bullying. Itu merugikan diri sendiri dan orang lain," tandasnya.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore