
Adrian Yunan saat ditemui di rumahnya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.
JawaPos.com - Musisi Adrian Yunan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang akan tampil di True Colours Festival yang diselenggarakan badan PBB dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, UNESCO serta The Nippon Foundation, di Singapore Indoor Stadium dan OCBC Square, Singapura 23-25 Maret 2018.
Terpilihnya Adrian merupakan rekomendasi dari music director acara tersebut, Sydney Tan. Nantinya, Adrian akan tampil bersama 20 musikus dan seniman penyandang disabilitas lainnya dari seluruh kawasan Asia Pasifik. Sebagai bintang tamu, hadir juga musikus dan seniman dari Kanada, Inggris, dan Prancis.
"Kenapa saya (yang dipilih), pertama, jelas karena difabel. Lalu, secara pribadi Mr. Sidney bilang suka sama musik saya. Karena secara kesuluruhan kan musik saya pop, tapi ada folk-nya. Mereka suka dan mereka mungkin juga suka undercover," ungkap Adrian Yunan pada wawancara eksklusif bersama JawaPos.com beberapa waktu lalu.
Sidney Tan pun secara langsung memilih lagu Mainan dan Lari sebagai lagu yang akan dibawakan Adrian nantinya.
"Mungkin secara tematik lagu itu juga mewakili buat performance ini. Sebenernya lagu yang langsung ke isu difabel ada, judulnya 'ruang yang sama', tapi menurut saya secara musikal dia lebih suka dua lagu itu (Mainan dan Lari) karena lebih folky," lanjutnya.
Dalam konser tersebut nantinya, Adrian dibantu sejumlah musikus, seperti gitaris Toto Tewel dan perkusi, Wahyu Mi Corazon. Toto merupakan salah satu gitaris legendaris di Indonesia yang pernah menjadi personel grup band ELPAMAS, Kantata Takwa, Swami, dan Dalbo. Nantinya, Toto akan bermain gitar dan Wahyu bermain perkusi juga angklung.
"Nanti saya perform sama mereka membawakan dua lagu itu, dikemas secara beda lah. Wahyu nanti bawa satu angklung juga dari sini, sejauh ini kita udah latihan-latihan sih," imbuhnya.
Sesuai dengan tema acara, mengangkat inklusifitas kaum difabel, acara tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi penyandang difabel untuk semangat berkesenian.
"Karya-karya yang ditampilkan di acara itu harus punya semangat dan sidik jari kita. Performing art kan banyak jenisnya ya, tapi kalau lukis kan susah, jadi paling nyanyi, nari, teater," katanya.
Adrian Yunan telah kehilangan penglihatannya sejak 2010 karena virus tokso yang menyerang kekebalan tubuhnya hingga menyebabkan kebutaan. Sempat terpuruk dalam gelap, Adrian pelan-pelan merangkak menuju cahaya, anak dan istrinya. Berkat kedua permata hatinya itulah dia bangkit kembali meski kini berkarya dalam gelap.
"Saya sempat sangat terpukul. Hopeless banget lah. Tapi, ketegaran sang istri dan energi dari si buah hati mengembalikan semangat saya, lagu Lari itu juga salah satu kisah perjalanan spiritual saya," ungkapnya.
Bagaimana pun, saat ini mantan bassist Efek Rumah Kaca (ERK) tersebut merasa senang dan bangga karena tidak menyerah begitu saja. Bahkan, kini dia diundang mewakili penyandang disabilitas untuk tampil di True Colours Festival.
"Saya senang dan bangga karena di luar dugaaan, album kita (Adrian Yunan dibantu Istri) kecil-kecilan, promonya juga nggak terbilang besar, tapi ternyata kita terdeksi oleh mereka. Sintas (album solo Adrian Yunan) didengar sampai sana, kita cuma punya media sosial, kita upload ke YouTube, ke Instagram, bangga lah," tukasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
