Poster foto para casting seri drama Tokyo MER (Dok. IMDb)
JawaPos.com - Ketika seseorang mengalami luka parah akibat situasi gawat darurat, entah itu karena kecelakaan atau bencana alam, ia akan dikategorikan berdasarkan derajat situasi mereka (triage). Yaitu ke kelompok hijau, kuning, merah, atau hitam.
Dilansir dari International Emergency Medicine Education Project, kode warna hijau diberikan kepada mereka yang mengalami cedera ringan; kode kuning untuk mereka dengan cedera sedang tanpa membutuhkan atensi segera; kode merah untuk mereka yang dalam kondisi sangat gawat sehingga membutuhkan bantuan segera; dan kode hitam sebagai tanda bahwa orang yang telah meninggal dunia.
Seseorang dalam tim penyelamat atau gawat darurat akan lebih mengutamakan perhatian mereka pada orang-orang dalam kelompok kode warna merah. Mereka akan berjuang sepenuh hati agar para korban dapat sembuh kembali.
Namun, salah satu kelemahan tim penyelamat adalah kebanyakan dari mereka tidak mendapatkan edukasi lebih dalam mengenai dunia medis. Hanya tim ambulans kiriman rumah sakit yang memiliki ilmu tersebut.
Walaupun begitu, tim medis tidak akan bisa melakukan banyak hal untuk membantu karena fasilitas yang terbatas. Akibatnya, banyak korban tidak dapat mendapatkan bantuan secepat mungkin.
Isu krusial ini menjadi fokus utama dalam sebuah drama Jepang. Gubernur Tokyo, Azusa Akatsuka (Yuriko Ishida), mengambil langkah visioner dengan mendirikan Tokyo MER (Mobile Emergency Room), sebuah unit ambulans yang dilengkapi fasilitas ruang operasi lengkap.
Tim ini dianggotakan empat dokter, dua perawat, dan satu ahli teknisi medis. Orang-orang ini telah dipilih dengan seksama agar proyek ini dapat berhasil.
Dr. Kota Kitami (Ryohei Suzuki) yang dari luar negeri ini dipilih oleh Gubernur Akatsuka secara khusus untuk menjadi pemimpinnya, karena tidak ada dokter yang dapat memenuhi misi utamanya. Yaitu, penyelamatan "tanpa korban jiwa."
Akibat proyek visioner dan terlalu ideal ini, para politisi dan banyak pihak responden pertama juga menganggap remeh dan tidak mendukung proyek ini.
Komandan Pemadam Kebakaran Mikio Senju (Jun Kaname), adalah salah satu yang awalnya tidak menyukai proyek ini. Ia menganggap para dokter sebaiknya menunggu para korban diantarkan di rumah sakit saja.
Mereka yang dari awal tidak mendukung proyek ini makin tidak setuju karena sifat terlalu optimis Dr. Kitami. Akan tetapi, energi positif darinyalah yang membuat para anggota timnya juga menjadi semangat bekerja.
Tim ini juga dikirimi mata-mata oleh pihak oposisi, yaitu Dr. Nao Otowa (Kento Kaku). Ia sebenarnya adalah petugas medis dari Kementerian Kesehatan, sehingga ia sebenarnya bukanlah dokter tapi birokrat.
Para petinggi juga menilai proyek ini hanya akan merugikan rumah sakit, karena berkurangnya kebutuhan rawat inap dan divisi gawat darurat di rumah sakit. Sebabnya, proyek ini masih menjadi operasi percobaan yang diuji oleh Kementerian Kesehatan sendiri.
Setiap episodenya mengangkat isu-isu sosial pula, seperti pekerja imigran, peran seorang ibu tunggal yang bekerja, favoritisme terhadap politisi, hingga anggota keluarga pribadi yang menjadi pasien.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
