Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 22.13 WIB

Lagu Asperges Me: Ritual Pembaptisan dalam Gereja Katolik dengan Sejarah Panjang dari Kidung Gregorian

Ilustrasi kelompok paduan suara (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Banyak tempat ibadah memiliki lagu-lagu khusus yang hanya dinyanyikan pada perayaan atau acara tertentu. Gereja Katolik, dengan sejarah panjang dan kemampuannya beradaptasi dengan budaya setempat, memiliki koleksi himne yang sangat kaya. Banyak di antaranya telah dikategorikan untuk perayaan tertentu.

Namun, beberapa himne tetap setia pada akarnya dan tidak mengalami perubahan atau akulturasi budaya. Salah satunya adalah Asperges me, sebuah antifon berbahasa Latin yang sering dinyanyikan saat Misa Gereja Katolik Roma, kecuali selama masa Paskah.

Lirik Asperges Me

Asperges me, Domine, hyssopo et mundabor, 
Lavabis me, et super nivem dealbabor. 
Miserere mei, Deus, secundum magnam misericordiam tuam. 
Gloria Patri et Filio et Spiritui Sancto
Sicut erat in principio, et nunc, et semper, et in saecula saeculorum.
Amen. 

Percikilah aku, ya Tuhan dengan hisop, maka aku pasti bersih;
Cucilah aku, tentu aku lebih putih daripada salju,
Kasihanilah aku, ya Allah. 
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. 
Amin. 

Kebiasaan Gereja

Dilansir dari Sacred Hearts, ritual Asperges me atau pemercikan ini dilakukan biasanya sebelum misa mingguan dilaksanakan. 

Biasanya pastor akan memercikkan air suci kepada para umat selagi Mazmur 50 (atau Mazmur 51 untuk umat Protestan) dinyanyikan. 

Atau lagu dinyanyikan hingga pastor selesai memercikkan air suci kepada semua umat. 

Karena lagu ini tidak dinyanyikan pada masa paskah hingga Hari Raya Pentakosta, maka digantikan dengan lagu Vidi aquam, yang cenderung lebih panjang. 

Ritual Asperges 

Dilansir dari New Liturgical Movement, karena hubungan ritual tersebut dengan ritual pembaptisan, pemercikan ini hanya dapat dilakukan pada hari Minggu. 

"Hari ke Delapan", hari Minggu atau hari kebangkitan, terikat secara supernatural dengan prosesi pembaptisan. Sakramen Pembaptisan pertama kali dilaksanakan oleh Santo petrus ketika ia membaptis 3000 orang pada hari Minggu Pentakosta pertama. 

Asperges juga berhubungan dengan ritual eksorsisme, yang juga menjadi salah satu alasan lain mengapa ritual ini hanya dapat dilakukan pada hari Minggu. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore